PELAIHARI — Wakil Bupati Tanah Laut, Muhammad Zazuli, membuka langsung Pelatihan Kader Dasar (PKD) X Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanah Laut di Aula Kediaman Wakil Bupati, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Membentuk Kader Pergerakan yang Kritis dalam Gerak Fikir Intelektual dan Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam sambutannya, Zazuli menegaskan bahwa kaderisasi organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia daerah. Ia menilai proses kaderisasi yang berjalan konsisten seperti yang dilakukan PMII Tanah Laut menjadi fondasi penting bagi masa depan bangsa.
Kriteria Generasi yang Dibutuhkan Menuju Indonesia Emas 2045
Zazuli mengingatkan bahwa bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada 2045 hanya bisa dimanfaatkan jika generasi mudanya memiliki kualitas mumpuni. Menurutnya, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk membawa daerah dan negara maju.
“Generasi yang dibutuhkan bukan hanya pintar, tetapi juga kritis, berintegritas, mampu berpikir secara intelektual dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya di hadapan para peserta PKD.
Ia menambahkan, organisasi kemahasiswaan bukan sekadar ruang berkumpul. Lebih dari itu, organisasi adalah laboratorium pembelajaran, tempat pembentukan pola pikir kritis, serta wahana penanaman tanggung jawab sosial bagi mahasiswa.
Kritik yang Membangun Lebih Berharga dari Sekadar Menyalahkan
Wakil bupati juga memberikan pesan khusus kepada para kader baru PMII terkait cara menyikapi persoalan di tengah masyarakat. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif memahami berbagai isu sosial, namun tetap berpegang pada objektivitas dan etika dalam menyampaikan pendapat.
“Kritik jangan hanya berhenti pada penyampaian persoalan, tetapi harus mampu menawarkan solusi,” tegas Zazuli.
Pernyataan ini menjadi penekanan penting di tengah dinamika politik dan sosial yang kerap mempertemukan mahasiswa dengan berbagai persoalan kebijakan publik di daerah.
20 Mahasiswa dari 3 Kampus Ikuti Pembekalan Intensif
Ketua PC PMII Tanah Laut, Risqiatun Hasanah, mengungkapkan bahwa PKD X diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut. Mereka datang dari Universitas Islam Kalimantan (Uniska), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan Politeknik Tanah Laut.
Selama dua hari pelatihan, para peserta akan menerima materi dari para senior PMII yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi dan kaderisasi. Materi yang diberikan dirancang untuk meningkatkan kualitas intelektual serta membentuk pola pikir yang lebih kritis dan solutif.
Melalui kegiatan ini, PMII Tanah Laut menargetkan lahirnya kader-kader muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga siap berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat. Proses kaderisasi berjenjang ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan mereka sebelum terjun ke dinamika sosial yang lebih luas.