KALIMANTAN SELATAN — Kepulauan Sangihe memang bukan wilayah yang mudah dijangkau. Berada di ujung utara Sulawesi, gugusan pulau ini justru lebih dekat ke Filipina daripada ke Manado, ibu kota provinsi. Bagi penerima pensiun yang usianya tak lagi muda, perjalanan laut berjam-jam hanya untuk mengurus dokumen adalah beban berat. Asabri merespons persoalan itu dengan menjemput bola.
Program LKPP yang dijalankan Kantor Cabang Utama (KCU) Manado ini bukan sekadar layanan administratif biasa. Tim Asabri turun langsung ke Sangihe untuk memproses pembayaran pensiun, verifikasi data, hingga melayani pengaduan peserta. Dengan begitu, para pensiunan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi besar dan menghabiskan waktu berhari-hari untuk ke kota.
Mengapa Sangihe Jadi Prioritas
Pilihan Sangihe sebagai lokasi layanan bukan tanpa alasan. Wilayah ini masuk kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang kerap luput dari perhatian layanan publik. Padahal, banyak pensiunan TNI dan ASN Kemhan yang memilih menetap di kampung halaman setelah purna tugas.
Kepala KCU Manado menyebut bahwa kedatangan tim ke Sangihe merupakan bentuk komitmen negara hadir untuk para purnawirawan, tidak peduli seberapa jauh lokasi mereka. Layanan ini juga menjadi uji coba bagi daerah-daerah kepulauan lain di Sulawesi Utara yang memiliki karakteristik geografis serupa.
Dampak Langsung bagi Pensiunan
Bagi para penerima pensiun di Sangihe, kehadiran tim Asabri adalah kabar besar. Mereka yang biasanya harus menempuh perjalanan laut 10-12 jam ke Manado kini cukup datang ke kantor kecamatan atau lokasi yang telah ditentukan. Proses pencairan dana pensiun yang sempat tertunda karena kendala administrasi juga bisa langsung diselesaikan.
Asabri menegaskan bahwa layanan ini akan berlangsung secara berkala, bukan kegiatan sekali jalan. Jadwal kunjungan berikutnya akan diumumkan melalui kantor cabang dan kanal informasi resmi perusahaan. Para pensiunan diminta menyiapkan dokumen seperti KTP, buku tabungan, dan surat keputusan pensiun agar proses verifikasi berjalan lancar.
Dengan adanya LKPP di Sangihe, Asabri berharap tidak ada lagi peserta pensiun yang terhambat haknya hanya karena faktor jarak dan geografis. Wilayah perbatasan, sejauh apapun, tetap menjadi perhatian penuh Badan Usaha Milik Negara ini.