BANJARBARU — Puluhan taruna lintas matra turun langsung membina siswa Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan. Sebanyak 10 taruna Akpol dan 5 taruna AAL memberikan materi kedisiplinan serta wawasan nusantara di tiga lokasi berbeda, yakni SRT 2, SRT 9, dan SRT 56 Banjarbaru.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyebut kegiatan ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menginisiasi Sekolah Rakyat bagi anak-anak kurang mampu namun memiliki prestasi dan keunikan beragam.
125 Siswa SRT 9 Belajar Manajemen Waktu ala Kehidupan Asrama
Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru menjadi lokasi dengan penerima taruna terbanyak, yaitu lima orang. Sekolah ini sempat dikunjungi Presiden Prabowo saat peresmian serentak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi pada 12 Januari 2026 lalu.
Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menyebut kehadiran para taruna menjadi kesempatan emas bagi 125 siswanya untuk belajar langsung dari sosok yang disiplin.
"125 siswa kami belajar banyak dari para taruna, terima kasih sudah memberikan pengabdian terbaiknya," ucap Rifki.
Taruna Akpol Latih Siswa Bangun Pagi hingga Manajemen Waktu
Salah satu taruna Akpol tingkat tiga, Kautsar Farell Sakha Satyawada, mengaku bangga bisa berbagi ilmu di SRT 9. Ia bersama rekan-rekannya, Almeraldi Maliki Nugraha, Rajendra Janannur Fawwaz Purnomo, Muhammad Iman Setiawan, dan Trizky Putra Hasoba, melatih siswa menjalani kehidupan berasrama.
"Kami latih siswa kehidupan berasrama bagaimana manajemen waktu mulai bangun pagi hingga malam hari, semuanya harus disiplin dan mandiri," kata Sakha.
Ia berharap kehadiran taruna mampu memotivasi seluruh siswa Sekolah Rakyat untuk meraih cita-cita dan sukses di masa depan.
Siswi Bercita-cita Jadi Polwan Terinspirasi Sosok Taruna
Program pembinaan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa. Nazwa Felish Olivia, salah satu siswi yang bercita-cita menjadi Polwan, mengaku sangat terinspirasi dengan sosok taruna Akpol.
"Mereka semua sosok teladan terbaik, sangat beruntung kami bisa belajar selama lima hari ini," ucap Nazwa.
Selama pengabdian, para taruna tidak hanya fokus pada fisik dan disiplin, tetapi juga memberikan pelatihan keterampilan serta penguatan psikologi lapangan. Kegiatan ini diharapkan mencetak generasi berkarakter yang kelak berkontribusi bagi kemajuan bangsa.