BATULICIN — Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menyampaikan ekspose Manajemen Talenta Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kepada Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara (PPMASN) BKN, Dr. Herman, M.Si, beserta jajaran. Langkah ini diambil untuk memastikan pegawai dengan kualifikasi dan kinerja terbaik ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.
Dalam paparannya, Andi Rudi Latif menegaskan bahwa pembangunan manajemen talenta merupakan bagian penting dari visi "BerAKSI menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur dan Beradab melalui Penguatan Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan". Program ini sejalan dengan misi ke-7 daerah, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, melayani, dan akuntabel melalui reformasi birokrasi digital.
1.599 ASN Sudah Dipetakan Kompetensinya
Untuk mengetahui potensi pegawai, Pemkab Tanah Bumbu telah menggelar berbagai kegiatan asesmen dan pemetaan. Hingga tahun 2026, tercatat 1.599 peserta telah mengikuti proses tersebut.
Hasil asesmen ini menjadi fondasi dalam menyusun peta talenta ASN, sekaligus mendukung pengambilan keputusan kepegawaian yang lebih objektif. Regulasi pendukung pun telah disiapkan, termasuk Peraturan Bupati tentang Penyusunan Peta Talenta PNS serta SK Bupati tentang Tim Kerja Pengelola Manajemen Talenta, Komite Talenta, dan Mekanisme Penilaian Manajemen Talenta.
SIMATA Jadi Tulang Punggung Pemetaan Pegawai
Pemkab Tanbu juga memanfaatkan sistem informasi bernama SIMATA dalam proses pemetaan dan pengelolaan talenta. Implementasi tidak hanya berhenti pada pemetaan, tetapi diarahkan pada strategi retensi talenta, rencana pengembangan individu, dan rencana suksesi.
"Talenta yang memiliki potensi harus kita pertahankan, kita kembangkan, dan kita siapkan untuk kebutuhan organisasi di masa mendatang," kata Bupati. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak sekadar mengisi jabatan kosong, tetapi menyiapkan calon pemimpin secara terencana dan berkelanjutan.
Manajemen Talenta Bukan Hanya Tugas BKPSDM
Andi Rudi Latif menekankan bahwa pembangunan manajemen talenta merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Seluruh pimpinan perangkat daerah diminta turut mengenali, mengembangkan, dan memberi ruang bagi ASN untuk menunjukkan potensi terbaiknya.
Melalui ekspose ini, Bupati berharap memperoleh dukungan dan arahan langsung dari BKN agar implementasi manajemen talenta di Tanah Bumbu bisa berjalan lebih cepat. Prinsip yang dipegang sederhana: menempatkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat, serta memberikan kesempatan yang tepat untuk berkembang dan berkontribusi menuju sistem merit berbasis kualifikasi, kompetensi, potensi, dan kinerja.