Pencarian

DPPPAKB dan PKK Kalsel Latih Kader Desa Cegah Perkawinan Anak Lewat Program CEPAK 2026

Senin, 20 Juli 2026 • 19:40:31 WIB
DPPPAKB dan PKK Kalsel Latih Kader Desa Cegah Perkawinan Anak Lewat Program CEPAK 2026
DPPPAKB dan PKK Kalsel menggelar pelatihan bagi kader desa dalam program CEPAK 2026.

BANJARMASIN — Program CEPAK yang rutin digelar setiap tahun ini kali ini difokuskan pada penguatan kapasitas pengurus PKK kabupaten/kota. Mereka dibekali strategi penyusunan program pencegahan perkawinan anak serta praktik terbaik dari daerah lain yang dinilai berhasil menekan angka kasus.

Mengapa Kader PKK Jadi Sasaran Utama?

Kepala DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah, mengatakan sinergi dengan PKK merupakan langkah strategis. Organisasi ini memiliki jaringan hingga tingkat desa dan kelurahan, sehingga mampu memberikan edukasi langsung ke masyarakat.

“Kami mengundang anggota PKK dari seluruh kabupaten dan kota agar memperoleh wawasan, informasi, sekaligus mampu menyusun program maupun melakukan evaluasi terhadap kasus-kasus perkawinan anak di daerah masing-masing,” ujar Husnul di Banjarmasin, Senin (20/7/2026).

Bukan Hanya Tugas Satu Dinas

Husnul menegaskan, pencegahan perkawinan anak tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi lintas sektor agar penanganannya efektif dan berkelanjutan.

“Pencegahan perkawinan anak harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama melalui KUA, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat dan seluruh elemen yang ada di lingkungan mereka,” jelasnya.

Target Jangka Panjang: Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam sosialisasi itu, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga saling berbagi pengalaman dan mempelajari praktik baik yang sudah berjalan di sejumlah daerah. DPPPAKB berharap para kader PKK bisa langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat di wilayah masing-masing.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan mampu menekan angka perkawinan anak di Kalimantan Selatan. Husnul menambahkan, upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, berkualitas, terlindungi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Bagikan
Sumber: banuatv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks