Pencarian

Karhutla di Tapin Hanguskan 560 Hektare dalam 19 Hari, 129 Kejadian dan 2.899 Titik Panas Terpantau

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:37:31 WIB
Karhutla di Tapin Hanguskan 560 Hektare dalam 19 Hari, 129 Kejadian dan 2.899 Titik Panas Terpantau
Petugas BPBD memantau kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, yang menghanguskan 560,69 hektare dalam 19 hari pertama Agustus 2026.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, telah menghanguskan 560,69 hektare lahan hanya dalam 19 hari pertama Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat ada 129 kejadian karhutla dengan total 2.899 titik panas selama periode 1-19 Agustus. Kondisi ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda karena kejadian baru masih ditemukan hampir setiap hari di wilayah tersebut.

RANTAU — Lahan yang terbakar di Kabupaten Tapin selama 19 hari pertama Agustus 2026 sudah melampaui luas 560 hektare, dengan intensitas kejadian yang justru meningkat di tengah puncak musim kemarau. Data kebencanaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat 129 kejadian karhutla di Tapin, atau rata-rata hampir tujuh kejadian setiap harinya.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengungkapkan bahwa petugas masih menemukan kebakaran baru setiap hari. "Kalau dari awal Agustus sampai sekarang, setiap hari ada dua sampai empat kali kejadian karhutla," ujarnya di Rantau, Minggu.

Dua Sampai Empat Kejadian Baru Setiap Hari

Intensitas kebakaran di Tapin terbilang tinggi. Dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan, total titik panas yang terpantau mencapai 2.899 titik, menyebar di sejumlah kecamatan.

Muhammad Nor menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau membuat lahan dan vegetasi di Tapin lebih mudah terbakar. Kondisi ini juga berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani sejak kemunculan pertama.

Mengapa Lahan di Tapin Mudah Terbakar?

Faktor cuaca menjadi pemicu utama meluasnya kebakaran. Vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan membuat api cepat menjalar, terutama di area lahan gambut dan semak belukar yang banyak ditemukan di wilayah Kalimantan Selatan.

BPBD Tapin mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik ini dinilai menjadi penyebab dominan munculnya titik api di lapangan.

Pencegahan Jadi Kunci Tekan Pertambahan Kasus

Dengan luas lahan terbakar yang mencapai lebih dari 560 hektare, BPBD Tapin menilai upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pemadaman yang kerap terkendala akses dan luasnya area terdampak.

"Kami mengharapkan masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran dan segera melaporkan apabila menemukan titik api," kata Muhammad Nor.

Masyarakat yang menemukan titik api diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum kebakaran meluas ke area yang lebih besar. Laporan dini disebut menjadi kunci untuk menekan laju pertambahan kasus karhutla di Tapin.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks