Pencarian

Ustadz Utuh Kurihing Ajak Jamaah Masjid Assa'adah Banjarmasin Perbanyak Shalawat agar Bertemu Rasulullah di Surga

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:37:31 WIB
Ustadz Utuh Kurihing Ajak Jamaah Masjid Assa'adah Banjarmasin Perbanyak Shalawat agar Bertemu Rasulullah di Surga
Ustadz Nurkhozin Fahmi Hamdi menyampaikan tausyiah Subuh di Masjid Assa'adah, Banjarmasin, Ahad (11/5).

Ustadz Nurkhozin Fahmi Hamdi, yang akrab disapa Utuh Kurihing, mengajak jamaah Masjid Assa'adah di Komplek Beruntung Jaya, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ajakan itu disampaikannya dalam tausyiah Subuh, Ahad, dengan menegaskan bahwa shalawat menjadi kunci seorang Muslim bisa bertemu dengan Rasulullah di surga.

BANJARMASIN — Ustadz Nurkhozin Fahmi Hamdi, atau yang akrab disapa Utuh Kurihing, mengingatkan jamaah bahwa peringatan Maulid bukan sekadar seremonial tahunan. Momen ini, menurutnya, adalah refleksi atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam sekaligus pengingat untuk meneladani sunnahnya.

“Bagi yang tidak mengetahui makna hakiki shalawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW dan kontekstual dengan peringatan Maulid, mungkin cuwek atau tak peduli,” ujarnya seusai menunaikan Shalat Subuh di Masjid Assa'adah, Komplek Beruntung Jaya, Banjarmasin, Ahad.

Shalawat sebagai Jalan Menuju Surga

Dalam tausyiahnya, Ustadz Utuh Kurihing mengutip Hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa seorang Muslim yang banyak bershalawat akan bertemu dengan Beginda Rasul di surga. Ia menegaskan, hal ini menjadi motivasi utama bagi umat untuk tidak meninggalkan amalan tersebut dalam keseharian.

“Pasalnya sebagaimana Hadits Rasulullah SAW bagi seorang Muslim banyak bershalawat akan bertemu Beginda Rasul di surga,” kata ustadz kelahiran Kelua, Kabupaten Tabalong, yang berjarak sekitar 200 kilometer utara Banjarmasin.

Kisah Pemuda yang Selamatkan Ayahnya Lewat Shalawat

Untuk memperkuat pesannya, Ustadz Nurkhozin membagikan sebuah kisah tentang seorang pemuda yang tengah melaksanakan tawaf di Ka'bah. Berbeda dengan jamaah lain yang sibuk dengan doa masing-masing, pemuda itu justru hanya melantunkan shalawat.

Seorang lelaki tua yang melihatnya pun bertanya, apakah dia datang sendirian ke Baitullah. Pemuda itu menjawab bahwa ia berdua dengan ayahnya. Namun, saat ditanya keberadaan sang ayah, pemuda tersebut bercerita bahwa berkat shalawat yang ia panjatkan, ayahnya terselamatkan dari siksa Allah.

“Itulah sebabnya dia (si pemuda) selalu bershalawat saat tawaf keliling ka'bah,” ungkap Ustadz Nurkhozin menirukan kisah yang ia sampaikan kepada jamaah.

Panggilan Akrab dari Bahasa Banjar

Panggilan Utuh Kurihing sendiri berasal dari bahasa daerah Banjar. “Utuh” merupakan panggilan sayang untuk anak laki-laki, sementara “kurihing” berarti senyum. Julukan itu melekat pada diri ustadz yang pernah aktif mengisi acara di Banjar Tv, stasiun televisi swasta lokal urang Banua.

Melalui tausyiah tersebut, ia berharap jamaah Masjid Assa'adah dan kaum Muslim di Kalimantan Selatan tidak sekadar merayakan Maulid, tetapi juga menjadikan shalawat sebagai kebiasaan yang terus terjaga hingga akhir hayat.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks