Pencarian

Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih di Tanah Bumbu Tampilkan 35 Peserta Juara Nasional, 4.000 Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:31:01 WIB
Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih di Tanah Bumbu Tampilkan 35 Peserta Juara Nasional, 4.000 Warga Antusias Rayakan HUT ke-81 RI
Ribuan warga memadati Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih di Tanah Bumbu, Ahad (17/8).

Sekitar 4.000 warga dari empat kabupaten di Kalimantan Selatan memadati Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk mengikuti Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, Ahad (17/8). Festival budaya yang digelar untuk merayakan HUT ke-81 RI ini menjadi ajang unjuk kekayaan budaya Nusantara, dengan 35 peserta terpilih yang pernah menjuarai festival budaya tingkat nasional.

TANAH BUMBU — Ribuan warga Kalimantan Selatan memadati Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk menyaksikan kemeriahan Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (17/8) ini sekaligus menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di kabupaten tersebut.

Festival yang sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ini berhasil menarik antusiasme luar biasa dari masyarakat. Peserta yang datang bukan hanya dari Tanah Bumbu, tetapi juga dari Banjarmasin, Hulu Sungai, Banjarbaru, dan Kotabaru.

35 Peserta Nasional dan Ribuan Warga Meriahkan Panggung Budaya

Ketua Panitia Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, Beny, mengungkapkan bahwa tahun ini menjadi ajang terbesar yang pernah digelar di Tanah Bumbu. Sebanyak 4.000 peserta ikut ambil bagian, dan 35 orang di antaranya menampilkan beragam kostum maskot serta busana budaya Nusantara.

"Ini menjadi salah satu acara terbesar yang digelar di Kabupaten Tanah Bumbu pada momen HUT RI, alhamdulillah, tahun ini antusiasme peserta luar biasa," kata Beny di Batulicin, Ahad.

Para peserta yang menampilkan kostum maskot dan busana budaya tersebut bukanlah peserta sembarangan. Mereka tercatat pernah tampil dan meraih juara di festival budaya tingkat nasional, sehingga penampilan mereka menjadi daya tarik utama dalam karnaval kali ini.

Momen Agustus untuk Merawat dan Melestarikan Budaya

Beny menegaskan bahwa pemilihan momen Agustus untuk menggelar festival kebudayaan bukan tanpa alasan. Bulan kemerdekaan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air melalui pengenalan budaya lokal.

"Melalui Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia kami rawat dan kami lestarikan," ujarnya.

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar hiburan tahunan. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya lokal dan budaya Kalimantan Selatan.

Swadaya Masyarakat dan Sponsor Kunci Suksesnya Acara

Kesuksesan penyelenggaraan karnaval ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara panitia, masyarakat, dan para sponsor. Seluruh dukungan yang datang secara swadaya menjadi bukti bahwa kesenian budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati warga Tanah Bumbu.

Beny berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan semakin berkembang. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang terlibat dan budaya lokal Kalimantan Selatan semakin luas dikenal.

"Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat serta semakin luas budaya lokal Kalimantan Selatan dikenal," tutup Beny.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks