Pencarian

Bank Sampah Baiman di Banjarmasin Terima Mesin Pencacah dari ULM, Sampah Plastik Disulap Jadi Paving

Kamis, 20 Agustus 2026 • 15:00:31 WIB
Bank Sampah Baiman di Banjarmasin Terima Mesin Pencacah dari ULM, Sampah Plastik Disulap Jadi Paving
Bank Sampah Baiman di Banjarmasin menerima satu unit mesin pencacah plastik dari tim pengabdian masyarakat ULM.

BANJARMASIN — Bank Sampah Baiman Cempaka Raya di Kelurahan Telaga Biru, Banjarmasin, resmi menerima satu unit mesin pencacah plastik dari tim pengabdian masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Penyerahan berlangsung di Gang Mayang Murai, RT 43, Rabu (19/8/2026) sore.

Ketua Tim Pengabdian ULM, Dr. Irwansyah, S.Sos., M.Si., didampingi anggota tim Dr. Sri Astuty, S.Sos., M.Si., dan Akhmad Syarief, S.T., M.T., menyerahkan langsung alat tersebut kepada Ketua Karang Taruna Cempaka Raya sekaligus pengurus bank sampah, Sulistyo.

Bantuan Berlanjut: Mesin Peleleh Plastik Menyusul

Mesin pencacah yang diserahkan merupakan bagian awal dari rangkaian program pengabdian bertema “Diseminasi Pemberdayaan Bank Sampah dengan Teknologi Pembuatan Paving Plastik Menuju Zero Waste Production Management”.

Dr. Irwansyah menyebut bahwa timnya juga menyiapkan satu unit mesin peleleh plastik yang akan menyusul. Dengan dua peralatan ini, sampah plastik yang selama ini hanya dikumpulkan dan dipilah warga bisa diolah menjadi paving block yang bernilai guna.

“Jadi nanti satu lagi alat akan kami berikan, yaitu alat peleleh. Kemudian dari alat peleleh itu dibuat menjadi paving,” jelasnya kepada warga dan komunitas pegiat lingkungan yang hadir.

Menguatkan Kapasitas Bank Sampah di Telaga Biru

Program ini diharapkan memperkuat kapasitas Bank Sampah Baiman dalam mengolah sampah plastik yang dikumpulkan dari masyarakat sekitar. Sebelumnya, pengelolaan sampah di bank sampah tersebut masih berhenti pada tahap pemilahan dan penjualan bahan mentah.

Dengan adanya mesin pencacah dan peleleh, proses pengolahan bisa berlanjut hingga menghasilkan produk jadi, sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Mahasiswa ULM Ikut Terjun ke Lapangan

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa ULM yang turut serta dalam proses diseminasi kepada masyarakat. Kehadiran mereka menjadi jembatan transfer teknologi dan pengetahuan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Penyerahan mesin ini menjadi bagian dari pendanaan Kemendiktisaintek untuk program pengabdian masyarakat BIMA tahun 2026.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalimantanlive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks