BANJARMASIN — Aroma hangus bekas kebakaran hutan dan lahan tercium hingga pukul 11.00 Wita di sejumlah titik Banjarmasin. Berdasarkan pantauan Antara Kalsel, kabut asap tipis terlihat memasuki kota melalui pinggiran, terutama dari arah perbatasan dengan Kabupaten Banjar.
Kondisi ini berbeda dengan wilayah penyangga seperti Kabupaten Banjar, Barito Kuala (Batola), dan Tanah Laut (Tala). Di tiga daerah tersebut, kabut asap nyaris menjadi pemandangan harian dalam beberapa pekan terakhir.
Mengapa Kabut Asap Bisa Masuk ke Banjarmasin?
Banjarmasin sendiri tidak mencatatkan kejadian karhutla. Kebakaran yang terjadi di wilayah ini lebih dominan pada kasus rumah dan permukiman warga. Fenomena kabut asap yang muncul saat ini murni akibat pergerakan angin yang membawa partikel asap dari lahan terbakar di kabupaten sekitar.
Meski demikian, intensitas kabut tahun ini dinilai tidak separah musim kemarau sebelumnya.
Upaya Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan rekayasa cuaca untuk menekan penyebaran asap. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kalsel bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanggulangan di lapangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat total lahan terbakar di Kalsel selama musim kemarau 2026 hingga 11 Agustus mencapai lebih dari 3.387 hektare. Angka ini menyusul terpantaunya 5.695 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah.
Patroli Perbatasan dan Deteksi Dini Diperketat
Upaya pencegahan terus digencarkan di wilayah rawan. Polsek Banjarmasin Timur misalnya, gencar melakukan patroli ke lahan pertanian di wilayah perbatasan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Di sisi lain, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem deteksi dini dengan memantau pergerakan 73 hotspot yang terindikasi di Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih cepat sebelum meluas.
Warga Banjarmasin diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kabut asap semakin pekat, serta menggunakan masker untuk melindungi kesehatan pernapasan.