MARTAPURA — Para pelaku usaha mikro di Desa Pandan Sari, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, didorong untuk segera mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB). Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar menilai dokumen ini bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan kunci utama agar usaha tercatat dalam sistem data nasional.
Melalui sosialisasi yang digelar Rabu (19/8/2026) siang, pemerintah desa setempat berharap para pengusaha mikro tidak lagi menganggap remeh legalitas usaha. Pasalnya, NIB juga memudahkan proses pemutakhiran dan verifikasi data usaha secara berkala.
NIB Bukan Sekadar Syarat Administrasi
Kepala desa setempat menegaskan bahwa banyak pelaku usaha yang selama ini beroperasi tanpa dokumen resmi. Padahal, keberadaan NIB akan mempermudah akses terhadap berbagai program bantuan dan pembinaan dari pemerintah.
Dengan memiliki NIB, usaha mikro otomatis masuk dalam basis data nasional yang dikelola pemerintah pusat. Hal ini menjadi modal dasar ketika pelaku usaha ingin mengajukan pembiayaan ke perbankan atau mengikuti program pengembangan UMKM lainnya.
Fasilitasi Gratis untuk Warga
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar memberikan pendampingan langsung kepada puluhan warga yang hadir. Proses pengurusan NIB difasilitasi secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Beberapa di antaranya langsung mengajukan pertanyaan seputar persyaratan dan tata cara pengajuan NIB secara mandiri melalui sistem online.
Desa Pandan Sari Targetkan Seluruh UMKM Terdaftar
Pemerintah Desa Pandan Sari menargetkan seluruh pelaku usaha mikro di wilayahnya memiliki NIB pada akhir tahun ini. Langkah ini dinilai penting untuk memetakan potensi ekonomi desa secara lebih akurat.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten untuk meningkatkan rasio kepemilikan NIB di kalangan pelaku usaha kecil. Dengan data yang lengkap, pemerintah bisa merancang program intervensi yang lebih tepat sasaran bagi pengembangan UMKM di Kabupaten Banjar.