Pencarian

Menteri PU Dody Hanggodo Percepat Pemulihan Air Bersih Pascagempa NTT, Fokus pada SPAM dan Jaringan Distribusi

Rabu, 19 Agustus 2026 • 16:20:52 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Percepat Pemulihan Air Bersih Pascagempa NTT, Fokus pada SPAM dan Jaringan Distribusi
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau upaya percepatan pemulihan air bersih pascagempa di NTT.

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi warga selama masa tanggap darurat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Langkah ini ditempuh agar kebutuhan masyarakat, terutama akses air bersih dan sanitasi, dapat segera terlayani kembali.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Karena itu, infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi, harus segera kita cek dan tangani sesuai kondisi di lapangan," kata Menteri Dody Hanggodo.

Tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) NTT langsung diterjunkan untuk memeriksa sarana dan prasarana air minum di sejumlah wilayah terdampak. Pemeriksaan dilakukan di Kabupaten Nagekeo, Ende, dan Sikka, mencakup Instalasi Pengolahan Air (IPA), jaringan perpipaan, serta tampungan air masyarakat.

Salah satu perbaikan yang dilakukan adalah pada jaringan perpipaan SPAM Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang sempat rusak. Bekerja sama dengan PDAM Kabupaten Ende, perbaikan berlangsung sejak 16 Agustus dan selesai pada malam 17 Agustus 2026, sehingga aliran air bersih kembali mengalir ke rumah-rumah warga.

Penanganan di Lapangan

Kementerian PU juga melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Pamsimas untuk melakukan pendataan kondisi sarana air minum di lapangan. Selain menginventarisasi kerusakan, mereka langsung memperbaiki sarana yang mengalami gangguan agar layanan bisa berfungsi kembali.

Sebanyak 10 personel tambahan diberangkatkan dari Kupang untuk memperkuat tim di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Mereka bertugas mengecek kondisi sarana serta mengidentifikasi kebutuhan dukungan lanjutan di masing-masing lokasi terdampak.

Di Kabupaten Nagekeo, 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) telah dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Rinciannya, 2 unit MTA sudah berada di lokasi dan 1 unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai yang sebelumnya digunakan untuk penanganan banjir Mauponggo.

Selain itu, disiapkan 16 unit Hidran Umum (HU) yang terdiri dari 8 unit dukungan yang tersedia saat ini dan 8 unit HU pinjam pakai. Sementara di Kupang, Kementerian PU menyiagakan 2 unit mobil tangki air dan 1 unit truk tinja untuk mendukung penanganan bencana.

Menteri Dody Hanggodo menekankan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. Tim akan terus melakukan inventarisasi agar bantuan tepat sasaran dan alternatif layanan selalu tersedia bagi masyarakat.

"Kami akan terus lakukan pengecekan dan inventarisasi di lapangan supaya penanganannya tepat sasaran. Kalau sumber air dan jaringan masih bisa difungsikan, kami optimalkan. Kalau belum, kita siapkan alternatif agar masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih selama masa tanggap darurat," jelas Dody Hanggodo.

Kementerian PU juga terus mendata pos-pos pengungsian untuk memastikan kebutuhan air bersih dan sanitasi terpenuhi dengan cepat. Apabila diperlukan, mobilisasi prasarana dan sarana air minum akan dilakukan dari luar NTT, termasuk dari depo di Surabaya.

Pemenuhan air bersih akan dioptimalkan melalui SPAM atau PDAM jika jaringan tersedia dan berfungsi. Namun, bila jaringan perpipaan terganggu, dukungan akan disalurkan melalui mobil tangki, hidran umum, tampungan air, dan sarana pendukung lain sesuai kebutuhan di lapangan.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks