KALIMANTAN SELATAN — Duka mendalam menyelimuti peringatan detik-detik Proklamasi tahun ini. Di sela upacara yang digelar di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Senin (17/8/2026), Megawati Soekarnoputri menyisipkan momen mengheningkan cipta untuk mendoakan para korban gempa dahsyat yang meratakan sejumlah wilayah di Pulau Flores.
“Marilah kita mengucapkan doa bersama, terutama untuk daerah Nusa Tenggara Timur, terutama Flores. Kita doakan supaya mereka yang telah mengalami musibah untuk menguatkan dirinya,” ujar Megawati di hadapan para kader dan simpatisan yang hadir dalam upacara tersebut.
Korban Jiwa Terbanyak di Manggarai dan Manggarai Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memutakhirkan data korban jiwa akibat gempa yang berpusat di laut itu. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan total 53 orang meninggal dunia, dengan sebaran korban terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang dan Manggarai Timur 20 orang.
“Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia,” kata Abdul dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026). Rincian lainnya mencakup empat orang di Sikka, dua orang di Ende, satu orang di Nagekeo, dan satu orang di Manggarai Barat.
Doa untuk Keluarga yang Ditinggalkan
Dalam kesempatan itu, Megawati tidak hanya mendoakan para korban yang meninggal, tetapi juga menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga korban diberi ketabahan menghadapi musibah yang datang tiba-tiba tersebut.
“Dan bagi keluarga yang telah ditinggalkan oleh mereka-mereka yang merupakan terkena musibah gempa, kita doakan untuk mendapatkan tempat selayaknya di sisi Allah,” jelasnya.
“Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai dan banggakan, saya secara khusus tadi kita telah berdoa bagi warga Flores, NTT dan berduka cita yang sedalam-dalamnya atas korban yang terjadi akibat gempa bumi yang sangat luar biasa,” sambung Ketua Umum PDIP tersebut.
Pemerintah Pusat Pastikan Penanganan Darurat Berjalan
Di tengah proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung, pemerintah pusat memastikan respons tanggap darurat terus dioptimalkan. Abdul Muhari menyampaikan belasungkawa resmi sekaligus jaminan bahwa layanan kesehatan bagi para penyintas menjadi prioritas utama.
“Atas nama pemerintah tentu saja kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan simpati yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Abdul.
Hingga berita ini diturunkan, BNPB masih melakukan pemutakhiran data korban luka-luka yang saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat. Ratusan warga lainnya dilaporkan mengungsi ke dataran tinggi menyusul adanya peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG pasca-gempa utama.