KALIMANTAN SELATAN — Kabar baik bagi penggemar DC setelah kegagalan Supergirl di box office. Lanterns, serial televisi adaptasi komik Green Lantern garapan DC Studios, hadir sebagai angin segar yang dinanti. Dalam ulasan yang tayang di TechRadar, serial ini disebut sebagai entri terkuat DCU hingga saat ini, mengungguli film-film dan serial pendahulunya.
Kesuksesan ini menjadi penanda penting bagi masa depan waralaba sinematik DC di bawah arahan James Gunn dan Peter Safran. Setelah kekhawatiran penggemar soal porsi aksi dan kesetiaan pada materi sumber, Lanterns membuktikan bahwa masa depan DCU masih cerah.
Dua Lini Masa, Satu Konspirasi Kosmik
Serial ini mengambil setting dua periode waktu, 2016 dan 2026. Di 2016, penonton diperkenalkan pada John Stewart (Aaron Pierre), rekrutan baru yang dipilih Guardians of the Universe untuk menggantikan Hal Jordan (Kyle Chandler), Green Lantern pertama Bumi yang telah bertugas selama 30 tahun.
Jordan, yang enggan melepas cincin kekuatannya, diminta melatih Stewart. Dua bulan masa pelatihan berjalan, sebuah kasus pembunuhan misterius di sekolah menengah Rushville, Nebraska, membawa mereka pada konspirasi kosmik besar yang berdampak pada kedua lini masa.
Alur 2026 yang mengambil setting masa kini DCU justru terasa seperti season 1.5. Ulasan tersebut menyebut plot masa kini berjalan sebagai epilog yang terlalu panjang dari peristiwa 2016 dan menjadi fondasi untuk musim kedua yang sudah dalam pengembangan.
Akting Duet Pierre dan Chandler yang Memukau
Kekuatan utama Lanterns terletak pada kimia apik antara Aaron Pierre dan Kyle Chandler. Lima menit pertama episode perdana sudah menampilkan hubungan buddy cop yang menyerap. Pierre memerankan Stewart yang disiplin dan tenang, sementara Chandler tampil sempurna sebagai Jordan yang gegabah dan keras kepala.
Dinamika mereka adalah tarik-menarik yang elektrik. Keduanya yakin dirinya paling layak memegang satu-satunya cincin Green Lantern milik Bumi, menciptakan persaingan yang memuncak menjadi konflik yang melukai hubungan mereka. Ulasan menyebut ikatan buddy cop ini sebagai yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Selain duo utama, deretan pemain pendukung juga tampil solid. Kelly Macdonald sebagai Sheriff Kerry Kane, tokoh misterius dengan masa lalu kelam, menjadi komponen krusial. Garret Dillahunt sebagai Will Macon, pemilik ranch yang mengancam, menghadirkan nuansa menyeramkan yang halus. Laura Linney juga berperan sebagai Lianna, salah satu Guardians of the Universe.
Aksi Minim, Misteri dan Karakter Jadi Fokus Utama
Bagi yang mengharapkan aksi spektakuler ala film superhero, Lanterns justru mengambil pendekatan berbeda. Serial ini lebih menonjolkan drama kriminal pedesaan yang kental dengan pengaruh True Detective, meski tetap dibalut nuansa fiksi ilmiah kosmik.
Namun, saat memutuskan untuk tampil penuh, serial ini melakukannya dengan gemilang. Satu episode tertentu dikabarkan mengganti nuansa misteri pembunuhan dengan adegan beranggaran besar yang emosional, dan hasilnya justru menjadi salah satu bagian terbaik serial.
Plotnya sendiri penuh kejutan. Satu twist besar di tengah musim dijamin akan memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar komik, meski beberapa misteri lain bisa ditebak lebih awal.
Ramah Pendatang Baru, Penuh Kejutan untuk Fans Lama
Lanterns berhasil menyeimbangkan fan-service untuk penggemar setia dengan aksesibilitas untuk penonton baru. Stewart menjadi titik masuk penonton untuk memahami mekanisme Green Lantern Corps dan mitos di sekitarnya tanpa merasa tersesat.
Bagi penggemar lama, serial ini sarat dengan telur Paskah dan referensi komik. Kemampuan Stewart dan Jordan memanfaatkan cincin kekuatan untuk tugas-tugas sederhana sehari-hari juga menjadi tontonan yang menyenangkan.
Sayangnya, beberapa talenta besar kurang dimanfaatkan secara maksimal. Jason Ritter sebagai Billy Macon dan Ulrich Thomsen sebagai Sinestro, tokoh penting dalam mitologi Green Lantern, hanya mendapat porsi terbatas. Namun, arah cerita menjelang akhir musim memberi harapan bahwa hal ini akan diperbaiki.
Kesimpulan: Nyaris Sempurna, Wajib Ditonton
Lanterns adalah produksi DC Studios terbaik sejauh ini. Narasi twist yang menyerap, akting berat, dan kesetiaan tinggi pada materi sumber menjadikannya tayangan televisi premium yang hampir sempurna. Kekurangan kecil seperti struktur episode yang timpang membuatnya gagal meraih predikat absolut.
Meski begitu, serial ini adalah contoh adaptasi komik yang dilakukan dengan benar dan menjadi mercusuar harapan bagi DCU di masa-masa tersulitnya. Lanterns tayang dengan satu episode perdana pada 16/17 Agustus, dan episode baru tayang setiap minggunya di HBO Max.