BANJARBARU — BNPB menambah satu unit helikopter water bombing untuk memperkuat operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Selatan. Dengan tambahan ini, total empat helikopter kini diterjunkan dan seluruhnya dioperasikan hari ini, Senin.
"Sudah ada empat helikopter yang standby di Kalsel, semuanya dioperasikan hari ini," kata Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, di Banjarbaru.
Catatan Operasi: 243 Kali Bom Air dan Lebih dari Satu Juta Liter Air
Sepanjang operasi yang berjalan, helikopter water bombing telah melakukan 243 kali penerbangan untuk menjatuhkan air. Total volume air yang telah disiramkan ke titik-titik lahan terbakar mencapai lebih dari satu juta liter.
Penambahan armada udara ini diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman, terutama di area gambut dan lahan yang sulit dijangkau tim darat. Ariansyah menegaskan bahwa penguatan operasi udara ini merupakan langkah penting untuk mengoptimalkan upaya penanggulangan karhutla di provinsi tersebut.
Pemadaman Darat Tetap Berjalan Bersamaan
Di samping operasi udara, upaya pemadaman di darat juga terus diintensifkan. Petugas gabungan dari berbagai instansi telah dibagi ke dalam wilayah tugas masing-masing untuk memastikan api tidak meluas.
Koordinasi antara tim udara dan darat menjadi kunci dalam menangani karhutla yang kerap muncul di titik-titik baru. Dengan dukungan empat helikopter, diharapkan api dapat segera dipadamkan sebelum dampak asap semakin meluas ke permukiman warga.