JAKARTA — Penguatan rupiah yang terjadi pagi ini langsung menjadi perhatian pelaku usaha di Banjarmasin dan sekitarnya. Pasalnya, pergerakan kurs sebesar 54 poin dalam sehari tergolong signifikan di tengah fluktuasi pasar global yang masih tinggi.
Data yang dihimpun dari perdagangan antarbank Jakarta menunjukkan, rupiah dibuka di level Rp18.134 per dolar AS. Angka ini membaik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di Rp18.188 per dolar AS.
Apa Dampaknya ke Harga di Banjarmasin?
Penguatan rupiah berarti daya beli mata uang lokal terhadap dolar meningkat. Bagi Kalimantan Selatan, wilayah yang mengandalkan pasokan barang dari luar negeri seperti gandum, mesin, dan komponen elektronik, situasi ini bisa meringankan biaya impor.
“Kalau rupiah menguat, harga barang impor di tingkat distributor biasanya turun meski tidak langsung,” ujar seorang pengamat ekonomi daerah di Banjarmasin. Namun, ia mengingatkan bahwa efek ke konsumen akhir butuh waktu 1-2 pekan karena stok lama masih beredar.
Kebalikan dari Pekan Lalu: Rupiah Kini Perkasa
Pergerakan pagi ini berbanding terbalik dengan tren pekan lalu saat rupiah sempat tertekan ke level Rp18.200-an. Analis menilai sentimen positif datang dari data inflasi domestik yang stabil dan ekspektasi keputusan suku bunga The Fed yang lebih longgar.
Bank Indonesia sendiri terus melakukan intervensi ganda di pasar spot dan DNDF untuk menjaga stabilitas. Bagi pelaku UMKM di Banjarbaru dan Martapura yang menggunakan bahan baku impor, momen ini dinilai tepat untuk melakukan pembelian valas.
Yang Perlu Diwaspadai UMKM
Meski menguntungkan, volatilitas rupiah masih tinggi. Para pengusaha di Kalimantan Selatan disarankan tidak serta-merta menurunkan harga jual secara drastis. “Lebih baik pantau pergerakan 3-5 hari ke depan sebelum me