KALIMANTAN SELATAN — Kecurigaan muncul saat sopir pribadi Troy tidak bisa menghubunginya menjelang keberangkatan ke Balikpapan, Sabtu pagi. Setelah panggilan telepon berulang kali tak direspons, sopir mendatangi kamar dan mendapati pintu terkunci. Pintu pun dibuka paksa, dan Troy ditemukan sudah tidak bernapas di atas tempat tidur.
Riwayat Hipertensi dan Komunikasi Terakhir
Romeo mengatakan ayahnya memang memiliki riwayat darah tinggi, namun kondisi itu terkontrol dengan obat rutin. Ia menegaskan tidak ada lebam atau tanda kekurangan oksigen pada jasad Troy. "Kami menyerahkan pendalaman kasus ini kepada pihak yang berwenang," ujarnya di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
Komunikasi terakhir keluarga dengan Troy terjadi pada Jumat malam melalui panggilan video. Romeo menyebut sang ayah terdengar sehat, meski sempat mengeluh flu beberapa hari sebelumnya. "Pada saat jam 12.00 malam, kami conference call satu keluarga untuk berdoa bersama. Beliau masih bisa berbicara normal, tidak ada sakit serius," katanya.
Kenangan Sosok Inspiratif
Romeo, yang tengah menempuh pascasarjana ilmu komunikasi di Universitas Indonesia, menyebut Troy sebagai panutan. "Beliau tidak hanya mengerti teori, tapi juga praktisi komunikasi yang luar biasa," katanya. Ia menambahkan bahwa sang ayah adalah pribadi yang tak pernah berhenti belajar, adaptif terhadap teknologi, dan tetap rendah hati.
"Saya sangat look up to him. Beliau mempraktikkan komunikasi secara baik, baik di OIKN maupun terhadap keluarga," kenang Romeo.
Pemakaman di Tanah Kusir
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, memastikan Troy meninggal karena sebab alami setelah diperiksa tim dokter RS setempat pukul 14.25 Wita. Jenazah Troy akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (27/7).