Pencarian

5 Destinasi Honeymoon Romantis di Kalimantan Selatan untuk Pengalaman Bulan Madu yang Tak Terlupakan

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:21:02 WIB
5 Destinasi Honeymoon Romantis di Kalimantan Selatan untuk Pengalaman Bulan Madu yang Tak Terlupakan
Pasangan wisatawan menikmati panorama matahari terbit dari puncak Bukit Batu Mandi, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Bulan madu di Kalimantan Selatan bukan sekadar klise pantai dan resor mewah. Provinsi ini punya lanskap yang jarang tersentuh—perbukitan kapur, sungai yang mengalir tenang, dan desa-desa yang masih memegang tradisi. Bagi pasangan yang mencari ketenangan dan pengalaman autentik, Kalsel adalah kanvas kosong untuk memulai babak baru bersama.

Namun, tidak semua tempat cocok untuk momen intim seperti bulan madu. Butuh selektif: lokasi yang tidak terlalu ramai, akses yang tidak terlalu sulit, dan tentu saja, pemandangan yang layak diabadikan. Berikut lima destinasi yang sudah teruji oleh pengalaman—bukan sekadar daftar dari brosur wisata.

1. Bukit Batu Mandi: Sunrise untuk Dua Pasang Mata

Bukit Batu Mandi di Desa Sungai Batang, Kabupaten Banjar, menawarkan panorama perbukitan hijau yang membentang hingga cakrawala. Tempat ini cocok untuk pasangan yang ingin menikmati sunrise tanpa harus trekking berat—cukup berjalan kaki 10-15 menit dari area parkir.

Tips praktis: datanglah sebelum pukul 05.30 WITA untuk mendapatkan spot terbaik. Bawa tikar kecil dan termos kopi, karena angin pagi di sini cukup dingin. Hindari akhir pekan jika ingin lebih privat, karena akhir pekan ramai oleh pengunjung lokal.

2. Susur Sungai Martapura: Romantisme Ala Banjar

Sungai Martapura yang membelah Kota Banjarmasin bukan hanya urat nadi perdagangan, tapi juga jalur romantis yang jarang dilirik pasangan. Naik perahu klotok—perahu tradisional Banjar—di sore hari, saat matahari mulai merah di ufuk barat, adalah pengalaman yang sulit ditandingi resor bintang lima.

Pilih rute dari Pasar Terapung Siring menuju Muara Kuin. Sepanjang jalan, Anda akan melewati rumah-rumah panggung khas Banjar, jembatan tua, dan sesekali pedagang terapung yang menjual kue tradisional. Sewa perahu biasanya bisa dinegosiasikan, pastikan tanya durasi dan rute sebelum naik.

3. Riam Kanan: Danau Tenang di Kaki Pegunungan Meratus

Waduk Riam Kanan di Kabupaten Banjar adalah salah satu danau buatan terbesar di Kalimantan Selatan. Airnya yang tenang dan dikelilingi perbukitan hijau menciptakan suasana yang damai—cocok untuk pasangan yang ingin kabur dari keramaian.

Anda bisa menyewa perahu motor untuk berkeliling danau atau sekadar duduk di tepian sambil memancing. Beberapa penginapan sederhana di sekitar danau menawarkan pemandangan langsung ke air. Waktu terbaik adalah pagi hari atau menjelang senja, saat kabut tipis masih menyelimuti permukaan danau.

4. Desa Adat Waridin: Menginap di Rumah Panggung

Desa Waridin di Kabupaten Hulu Sungai Tengah adalah desa adat yang masih mempertahankan arsitektur rumah panggung khas Dayak Meratus. Beberapa rumah telah disulap menjadi homestay sederhana, menawarkan pengalaman menginap yang otentik—jauh dari sinyal telepon dan lampu kota.

Malam hari di sini adalah waktu yang paling magis: hanya suara jangkrik dan gemericik sungai kecil di bawah rumah. Pasangan bisa duduk di beranda, menatap bintang tanpa polusi cahaya. Namun, fasilitas di sini sangat terbatas—tidak ada AC, hanya kipas angin dan kamar mandi bersama. Cocok untuk pasangan yang tidak keberatan dengan kesederhanaan.

5. Pegunungan Meratus: Trekking Romantis untuk Pasangan Petualang

Bagi pasangan yang aktif dan suka tantangan, trekking di Pegunungan Meratus adalah pilihan yang tidak biasa. Jalur pendakian seperti Gunung Halau-halau atau Bukit Liang Anggang menawarkan pemandangan hutan tropis yang masih perawan.

Tidak perlu mendaki puncak tertinggi—cukup sampai basecamp atau pos pertama untuk menikmati pemandangan lembah. Bawa perlengkapan camping ringan jika ingin menginap. Pastikan menggunakan jasa pemandu lokal, karena jalur di Meratus tidak selalu jelas dan medan cukup terjal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Kapan waktu terbaik untuk bulan madu di Kalimantan Selatan?
Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, adalah waktu paling ideal. Hindari bulan Januari-Februari yang biasanya curah hujan tinggi, terutama jika Anda berencana ke destinasi alam terbuka.

2. Apakah destinasi-destinasi ini aman untuk pasangan yang baru menikah?
Secara umum aman. Namun, untuk destinasi seperti Desa Waridin dan Pegunungan Meratus, disarankan untuk selalu berkoordinasi dengan pemandu lokal atau pengelola homestay. Jangan ragu bertanya soal kondisi medan dan cuaca.

3. Bagaimana cara mencapai lokasi-lokasi ini dari Banjarmasin?
Sebagian besar destinasi bisa dicapai dengan kendaraan pribadi dalam waktu 1-3 jam. Untuk Riam Kanan dan Bukit Batu Mandi, akses jalan cukup baik. Untuk Desa Waridin dan Pegunungan Meratus, disarankan menggunakan mobil dengan ground clearance tinggi.

4. Apakah ada penginapan romantis di sekitar lokasi?
Di sekitar Riam Kanan dan Bukit Batu Mandi terdapat beberapa homestay dan losmen sederhana. Untuk pengalaman yang lebih privat, cari penginapan di pinggir Danau Riam Kanan. Di Desa Waridin, hanya ada homestay milik warga—jangan harap ada hotel berbintang.

5. Berapa biaya yang perlu disiapkan untuk bulan madu di Kalsel?
Biaya bervariasi tergantung durasi dan jenis akomodasi. Sebagai gambaran, sewa perahu klotok di Sungai Martapura biasanya tidak mahal, sementara homestay di Riam Kanan bisa mulai dari harga yang sangat terjangkau. Cek langsung ke tempatnya untuk informasi harga terkini.

Kalimantan Selatan mungkin tidak masuk dalam daftar destinasi bulan madu populer di Indonesia. Tapi justru di situlah letak kelebihannya: tidak ada antrean panjang, tidak ada harga melambung, dan tidak ada keramaian yang mengganggu. Bagi pasangan yang mencari awal perjalanan yang tenang dan penuh makna, Kalsel menyediakan ruang untuk itu—tanpa perlu bersaing dengan ribuan turis lain.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks