MARTAPURA — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banjar Rahmi Robiaty menegaskan, pelaku UMKM tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional di tengah persaingan yang kian ketat. Penguasaan pemasaran digital, inovasi produk, dan pemanfaatan platform digital menjadi kebutuhan utama agar produk lokal semakin dikenal masyarakat luas.
Peran Strategis IWAPI dalam Literasi Digital
Rahmi menilai IWAPI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah, terutama melalui pemberdayaan perempuan yang mengembangkan sektor UMKM. Organisasi ini dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital anggotanya.
"Perkembangan dunia usaha sekarang ini menuntut pelaku usaha mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi," ujar Rahmi di Martapura, Jumat.
Rakercab IV: Momentum Evaluasi dan Penyusunan Strategi
Ketua DPC IWAPI Kabupaten Banjar Dwiarlinda Reidani menyebut Rakercab IV menjadi momentum mengevaluasi program kerja sekaligus menyusun strategi organisasi yang lebih adaptif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan lain untuk mempercepat transformasi digital UMKM.
"IWAPI Kabupaten Banjar berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital," kata Dwiarlinda.
Target: Menembus Pasar Lebih Luas dan Berkelanjutan
Rakercab IV diharapkan melahirkan program kerja yang konkret, aplikatif, dan berkelanjutan. Rahmi menambahkan, persaingan usaha kini tidak lagi terbatas pada pasar konvensional, tetapi berkembang ke platform digital. Peningkatan kapasitas pelaku usaha harus terus didorong agar UMKM lokal memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara IWAPI, pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, transformasi digital UMKM di Kabupaten Banjar diharapkan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.