Pencarian

Sumur Idle PHR G-0509 A Diaktifkan Lagi, Target Tambahan Produksi Minyak 150 BOPD

Selasa, 28 Juli 2026 • 12:37:31 WIB
Sumur Idle PHR G-0509 A Diaktifkan Lagi, Target Tambahan Produksi Minyak 150 BOPD
SKK Migas dan PHR berhasil mengaktifkan kembali sumur idle G-0509 A menggunakan metode sidetrack dan penggantian liner.

KALIMANTAN SELATAN — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PHR bergerak cepat mengembalikan fungsi sumur-sumur yang mangkrak. Salah satu yang baru saja selesai ditangani adalah sumur G-0509 A di wilayah kerja PHR.

Metode Sidetrack dan Ganti Liner Jadi Solusi

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, pihaknya langsung turun ke lapangan pada Jumat pekan lalu untuk memastikan proses reaktivasi berjalan lancar. "Kami mengunjungi PHR yang sedang mengaktifkan idle well sumur G-0509 A dengan melakukan sidetrack dan mengganti liner. Sumur ini mati akibat masalah kepasiran," kata Djoko dalam keterangan resmi, Minggu (26/7).

Masalah kepasiran membuat aliran minyak dari dalam sumur tersumbat. Untuk mengatasinya, PHR menggunakan teknik sidetrack, yaitu mengebor jalur baru dari lubang sumur lama, sekaligus mengganti liner atau pipa selubung yang rusak.

Produksi Sebelumnya Capai 150 BOPD

Sebelum berhenti berproduksi pada 2023, sumur G-0509 A tercatat masih menghasilkan minyak sebanyak 150 barel per hari. Djoko berharap, setelah diaktifkan kembali, sumur ini bisa mengembalikan level produksi yang sama, atau bahkan lebih. "Mohon doa, insya Allah pengaktifan kembali idle well sumur ini dapat menghasilkan produksi minyak," ujarnya.

Program reaktivasi sumur idle ini menjadi salah satu andalan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menambah produksi migas nasional dalam waktu yang relatif singkat. Dibandingkan mengebor sumur baru dari nol, mengaktifkan sumur lama dinilai lebih efisien karena infrastruktur pendukungnya masih ada.

Potensi Tambahan Produksi Nasional

Keberhasilan reaktivasi sumur G-0509 A diharapkan bisa menjadi model bagi sumur-sumur idle lain di Indonesia. Dengan mengoptimalkan cadangan yang masih tersisa di sumur yang sudah ada, target produksi minyak nasional bisa lebih cepat tercapai tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembangunan fasilitas baru.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen SKK Migas dan PHR dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi alami dari sumur-sumur tua.

Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks