KALIMANTAN SELATAN — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PHR bergerak cepat mengembalikan fungsi sumur-sumur yang mangkrak. Salah satu yang baru saja selesai ditangani adalah sumur G-0509 A di wilayah kerja PHR.
Metode Sidetrack dan Ganti Liner Jadi Solusi
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, pihaknya langsung turun ke lapangan pada Jumat pekan lalu untuk memastikan proses reaktivasi berjalan lancar. "Kami mengunjungi PHR yang sedang mengaktifkan idle well sumur G-0509 A dengan melakukan sidetrack dan mengganti liner. Sumur ini mati akibat masalah kepasiran," kata Djoko dalam keterangan resmi, Minggu (26/7).
Masalah kepasiran membuat aliran minyak dari dalam sumur tersumbat. Untuk mengatasinya, PHR menggunakan teknik sidetrack, yaitu mengebor jalur baru dari lubang sumur lama, sekaligus mengganti liner atau pipa selubung yang rusak.
Produksi Sebelumnya Capai 150 BOPD
Sebelum berhenti berproduksi pada 2023, sumur G-0509 A tercatat masih menghasilkan minyak sebanyak 150 barel per hari. Djoko berharap, setelah diaktifkan kembali, sumur ini bisa mengembalikan level produksi yang sama, atau bahkan lebih. "Mohon doa, insya Allah pengaktifan kembali idle well sumur ini dapat menghasilkan produksi minyak," ujarnya.
Program reaktivasi sumur idle ini menjadi salah satu andalan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menambah produksi migas nasional dalam waktu yang relatif singkat. Dibandingkan mengebor sumur baru dari nol, mengaktifkan sumur lama dinilai lebih efisien karena infrastruktur pendukungnya masih ada.
Potensi Tambahan Produksi Nasional
Keberhasilan reaktivasi sumur G-0509 A diharapkan bisa menjadi model bagi sumur-sumur idle lain di Indonesia. Dengan mengoptimalkan cadangan yang masih tersisa di sumur yang sudah ada, target produksi minyak nasional bisa lebih cepat tercapai tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembangunan fasilitas baru.
Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen SKK Migas dan PHR dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi alami dari sumur-sumur tua.