KALIMANTAN SELATAN — Skandal spionase yang menghancurkan kampanye Southampton di 2025-26 tidak berakhir dengan pemecatan. Pemilik klub Dragan Solak secara resmi menyatakan bahwa pelatih asal Jerman, Tonda Eckert, akan tetap memimpin tim pada musim depan. "Saya pikir dia pantas mendapatkan kesempatan kedua dan saya akan memberikannya," ujar Solak dalam pernyataan resmi klub.
"Pelatih Super Berbakat" yang Hampir Menghancurkan Hati Pemilik
Keputusan ini diambil setelah Eckert mengakui kesalahannya dalam sebuah video permintaan maaf berdurasi delapan menit. "Saya angkat tangan karena sebagai pelatih kepala, saya bertanggung jawab. Saya sangat terpukul karena musim berakhir di tempat terburuk," kata Eckert. Pelatih berusia muda itu mengaku tidak tahu telah melanggar aturan saat melakukan aksi mata-mata terhadap lawan.
Solak mengaku nyaris patah hati dengan ulah anak buahnya. "Kamu hampir menghancurkan hatiku. Lakukan lagi, kamu akan membunuhku," ancam Solak kepada Eckert. Pemilik klub asal Serbia itu memberi ultimatum keras: jika Eckert tidak hafal buku peraturan EFL pada Juli nanti, dia tidak boleh bekerja untuk Southampton.
Dari Bielsa ke Eckert: Dua Skandal, Dua Reaksi Berbeda
Kontroversi ini mengingatkan pada skandal serupa yang melibatkan Marcelo Bielsa saat menangani Leeds United di musim 2018-19. Bielsa juga ketahuan melakukan spionase terhadap lawan, namun reaksi publik terhadap pelatih asal Argentina itu jauh lebih lunak dibandingkan dengan Eckert. Football Daily mencatat bahwa perbedaan reaksi mungkin disebabkan oleh penampilan Eckert yang disebut-sebut mirip dengan penjahat Hollywood.
Leeds justru sukses promosi ke Premier League pada musim berikutnya setelah skandal itu. Southampton berharap nasib serupa menanti mereka. "Saya sangat berharap dia akan belajar dari pengalaman ini dan meraih karier yang luar biasa," tambah Solak.
Musim Panas Penuh Belajar untuk Eckert
Eckert akan menghabiskan libur musim panas dengan mempelajari buku peraturan EFL hingga hafal di luar kepala. "Kita tidak bisa membuat kesalahan lagi," tegas Solak. Semua mata akan tertuju pada Southampton saat mereka memulai musim baru pada Agustus mendatang.
Keputusan untuk mempertahankan Eckert menunjukkan bahwa klub lebih memilih stabilitas di kursi pelatih ketimbang memulai dari awal. Dengan potensi besar yang dimiliki Eckert, Southampton bersiap menatap musim depan dengan harapan baru—dan tanpa teropong.