KALIMANTAN SELATAN — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memastikan partisipasinya dalam INDOVEX 2026 yang berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur, pada 2-4 November 2026. Langkah ini diambil untuk memperkenalkan potensi produk UMKM berbasis komoditas perkebunan kepada pasar yang lebih luas. Fokusnya bukan sekadar pameran, melainkan penguatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha di sektor hilirisasi.
Partisipasi BPDP dalam ajang tersebut menyasar tiga komoditas utama yang selama ini menjadi tulang punggung sektor perkebunan nasional, yakni kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Ketiganya berperan sebagai penyumbang devisa, sumber pendapatan nasional, serta motor penggerak lapangan kerja dari hulu ke hilir.
Di sisi lain, hilirisasi komoditas perkebunan kini tidak lagi menjadi wilayah eksklusif industri skala besar. Pelaku UMKM mampu mengolah bahan mentah maupun limbah perkebunan menjadi produk turunan kreatif bernilai ekonomi tinggi dengan teknologi sederhana, kreativitas, dan inovasi produk.
Mengapa UMKM Perkebunan Butuh Panggung Seperti INDOVEX
Kapasitas produksi yang meningkat belum tentu diikuti akses pasar yang memadai. Di sinilah peran pameran seperti INDOVEX menjadi krusial, terutama untuk mempertemukan produk UMKM perkebunan dengan pembeli, distributor, dan mitra industri yang lebih besar.
BPDP menilai dukungan terhadap kapasitas dan daya saing UMKM berbasis komoditas perkebunan perlu dilakukan secara terstruktur. Partisipasi dalam INDOVEX 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut, dengan tujuan memperkenalkan potensi dan keunggulan produk UMKM perkebunan kepada masyarakat luas.
Dampak ke Ekonomi Pedesaan
Pengembangan produk turunan perkebunan oleh UMKM tidak berhenti pada peningkatan pendapatan pelaku usaha semata. Langkah ini turut memperkuat struktur ekonomi di tingkat pedesaan, yang selama ini bergantung pada penjualan bahan mentah tanpa nilai tambah.
Produk turunan yang dihasilkan UMKM perkebunan juga memiliki manfaat luas di sektor pangan, energi, dan industri. Diversifikasi ini memberi pelaku usaha alternatif pendapatan yang lebih tahan terhadap fluktuasi harga komoditas global.
Apa yang Bisa Diharapkan Pelaku Usaha
Pelaku UMKM perkebunan yang terlibat dalam INDOVEX 2026 berpeluang memperluas jaringan pemasaran, menjajaki kerja sama dengan pembeli industri, serta mempelajari standar kualitas yang dibutuhkan pasar. Ajang ini juga menjadi ruang untuk mengukur daya saing produk terhadap kompetitor.
Bagi BPDP, keikutsertaan dalam pameran ini menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat dana perkebunan ke segmen usaha yang lebih kecil. Sektor perkebunan yang selama ini didominasi korporasi besar mendapat saluran baru untuk melibatkan UMKM dalam rantai nilai industri.
INDOVEX 2026 di Kota Batu menjadi titik uji bagi strategi tersebut. Keberhasilan integrasi UMKM ke ekosistem industri perkebunan akan terlihat dari seberapa banyak kerja sama dagang yang lahir dari ajang ini, bukan sekadar jumlah produk yang dipamerkan.