KOTABARU — Jemaah yang datang ke haul pertama Habib Nuur Adha berasal dari berbagai wilayah dan kalangan. Kerabat, murid, dan warga memenuhi kawasan makam sejak sore hingga malam. Sebagian dari mereka terpaksa mengikuti rangkaian doa dari luar area karena lokasi tak lagi menampung.
Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan haul. Sejumlah kerabat dan murid tampak menitikkan air mata saat mengenang sosok almarhum. Bagi orang-orang yang mengenalnya, Habib Nuur Adha bukan sekadar guru agama.
Sosok yang Dekat dengan Warga dan Anak Muda
Salah seorang sahabat dekat almarhum, Udin atau yang akrab disapa Guru Udin, mengenang kepedulian Habib Nuur Adha terhadap masyarakat, terutama generasi muda. Guru Udin yang juga takmir Masjid Al Musamahah Desa Mekarpura menyebut banyak kebaikan almarhum yang masih membekas dalam ingatannya.
Almarhum dikenal sebagai pribadi sederhana, bersahaja, dan dekat dengan masyarakat. Ia juga menjadi sahabat, panutan, dan tempat meminta nasihat bagi warga sekitar.
Wafat dalam Kecelakaan saat Mencari Nafkah
Habib Muhammad Nuur Adha meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di jalan provinsi pada 16 November 2025. Saat itu, almarhum tengah mencari nafkah.
Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, murid, dan masyarakat. Kenangan tentang sosoknya kembali mengemuka dalam pelaksanaan haul pertama yang digelar di kawasan makamnya.
Rangkaian doa bersama menjadi penutup acara. Warga berharap haul dapat digelar rutin setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum.