Potensi ekspor komoditas unggulan Kalimantan Selatan seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet kini bisa ditopang lebih besar oleh bank milik daerah sendiri. Bank Kalsel telah resmi beroperasi sebagai bank devisa sejak 22 Juni 2024, sebuah status yang memungkinkan BPD itu melayani transaksi valuta asing secara langsung. Langkah ini diyakini mampu menangkap lebih banyak aktivitas ekonomi Banua yang selama ini mengalir ke bank lain.
SURABAYA — Transformasi Bank Kalsel menjadi bank devisa bukan sekadar penambahan layanan perbankan biasa. Status ini menjadi pintu masuk bagi BPD kebanggaan warga Kalimantan Selatan itu untuk bersaing di lini bisnis valuta asing yang selama ini didominasi bank nasional dan swasta besar.
Direktur Operasional Bank Kalsel, Iwan, menyebut pencapaian ini telah berlaku sejak 22 Juni 2024 lalu. Dengan status tersebut, perseroan kini berwenang melayani transaksi valas secara resmi, termasuk menerima kiriman uang asing dan pembiayaan perdagangan internasional.
Potensi Ekspor Banua: Batu Bara, Sawit, dan Karet
Kalimantan Selatan merupakan salah satu lumbung komoditas energi dan perkebunan nasional. Aktivitas ekspor batu bara, crude palm oil (CPO), serta karet dari Banua tercatat besar, namun selama ini sebagian besar transaksinya kemungkinan diproses melalui bank di luar daerah.
“Kami ingin semakin banyak aktivitas ekonomi Banua yang dilayani oleh bank milik kita sendiri,” ucap Iwan saat acara Media Gathering di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Kehadiran Bank Kalsel sebagai bank devisa diharapkan mampu mengoptimalkan potensi perdagangan komoditas tersebut. Manfaatnya tidak hanya bagi korporasi besar, tetapi juga kontraktor tambang skala menengah hingga eksportir karet dan kelapa sawit yang selama ini kesulitan mengakses layanan valas di bank pembangunan daerah.
Media Mitra Strategis Jaga Kredibilitas BPD
Pada kesempatan yang dihadiri jajaran pejabat utama Bank Kalsel itu, Iwan menegaskan pentingnya peran insan pers dalam bisnis perbankan. Menurutnya, media bukan sekadar saluran publikasi, melainkan mitra strategis dalam memperluas jangkauan informasi sekaligus membangun kepercayaan publik.
“Perbankan merupakan bisnis kepercayaan, sehingga kepercayaan publik perlu dibangun dan dijaga bersama. Bagi Bank Kalsel, media adalah mitra strategis untuk mencapai hal tersebut,” ujar Iwan.
Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel berharap hubungan silaturahmi dengan insan pers terus dipererat. Perkembangan kinerja, kontribusi ke daerah, hingga inovasi layanan yang diluncurkan perseroan bisa tersampaikan secara tepat kepada masyarakat luas.