Pencarian

DKP3 Banjarbaru Latih Guru 15 SD dan SMP Olah Pangan Lokal B2SA, Jagung hingga Ubi Kayu Jadi Alternatif Beras

Jumat, 30 Oktober 2026 • 06:02:31 WIB
DKP3 Banjarbaru Latih Guru 15 SD dan SMP Olah Pangan Lokal B2SA, Jagung hingga Ubi Kayu Jadi Alternatif Beras
Guru dan tenaga pendidik dari 15 SD dan SMP se-Kota Banjarbaru mengikuti Bimtek Penyuluhan Pola Konsumsi B2SA di Aula UPT PPBAT Mentaos, Kamis (29/10/2026).

BANJARBARU — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluhan Pola Konsumsi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Aula UPT PPBAT Mentaos, Kamis (29/10/2026). Peserta bimtek adalah guru dan tenaga pendidik dari 15 SD dan SMP se-Kota Banjarbaru.

Pelatihan menyasar pendidik sebagai langkah strategis memperluas pemahaman pola makan sehat di lingkungan sekolah. Materi difokuskan pada dorongan diversifikasi pangan nasional melalui pemanfaatan potensi pangan lokal, seperti jagung dan ubi kayu, sebagai alternatif sumber karbohidrat pendamping beras.

Mengapa Guru Jadi Sasaran Utama Bimtek B2SA

Plt. Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Wiwien Robiaty, menilai peran guru vital dalam membentuk karakter serta kebiasaan konsumsi siswa. Sekolah dianggap sebagai ruang ideal untuk membudayakan kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, gemar makan sayur, dan buah sejak dini.

"Pola konsumsi B2SA ini kita utamakan berbasis potensi pangan lokal yang ada di sekitar kita. Lewat peran strategis tenaga pendidik, kita ingin mengedukasi generasi muda agar terbiasa mengonsumsi makanan sehat, enak, dan seimbang demi mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045," ujar Wiwien Robiaty di Banjarbaru, Kamis (29/10/2026).

Jagung dan Ubi Kayu Jadi Kunci Diversifikasi Pangan

DKP3 menempatkan jagung dan ubi kayu sebagai contoh konkret pangan lokal yang bisa masuk kebiasaan makan harian warga Banjarbaru. Keduanya disebut sebagai sumber karbohidrat pendamping beras, bukan pengganti total.

Pendekatan berbasis potensi sekitar ini sejalan dengan arah diversifikasi pangan nasional. Alih-alih mendatangkan bahan dari luar daerah, sekolah diajak memanfaatkan apa yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Dampak yang Diharapkan sampai ke Rumah Siswa

Pengetahuan yang diterima guru diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Kebiasaan makan sehat yang dibangun di sekolah bisa menular ke rumah dan mengubah pola konsumsi keluarga.

Sebanyak 15 SD dan SMP yang terlibat menjadi titik awal penyebaran materi B2SA. Jumlah itu memberi DKP3 basis sekolah untuk mengukur sejauh mana pemahaman guru berubah setelah bimtek.

DKP3 Kota Banjarbaru belum merinci jadwal lanjutan setelah bimtek ini. Namun arah program sudah jelas: memperbanyak sekolah yang menerapkan pola konsumsi B2SA dengan bahan pangan lokal Banjarbaru.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalimantanpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks