BANJARMASIN — Peringatan dini BMKG Kalimantan Selatan menyasar Kecamatan Kintap di Kabupaten Tanah Laut, Kecamatan Aranio di Kabupaten Banjar, serta Kecamatan Satui di Kabupaten Tanah Bumbu sebagai wilayah pertama yang berpotensi terdampak. Informasi cuaca tersebut dirilis pada Senin (2/11/2026) pagi, dengan potensi hujan diperkirakan mulai turun pukul 05.30 WITA.
Selain tiga kecamatan itu, BMKG memperingatkan potensi meluasnya kondisi cuaca serupa ke sejumlah wilayah lain. Penyebaran dampak diperkirakan terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan dengan awal peringatan.
Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Di Kabupaten Tanah Laut, potensi hujan lebat dapat meluas ke Kecamatan Takisung, Jorong, Pelaihari, Panyipatan, Batu Ampar, dan Bajuin. Sementara di Kabupaten Tanah Bumbu, penyebaran kondisi cuaca diperkirakan mencapai Kecamatan Sungai Loban dan Angsana.
Dengan demikian, total ada 13 kecamatan di tiga kabupaten yang masuk pantauan BMKG dalam peringatan dini kali ini. Sebagian besar wilayah berada di pesisir dan dataran rendah Tanah Laut yang selama ini menjadi jalur aktivitas warga, mulai dari pasar hingga perkebunan.
Mengapa Peringatan Ini Perlu Diperhatikan Warga
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang. Kondisi itu dapat mengganggu aktivitas harian warga, terutama mereka yang berangkat pagi ke kebun, pasar, atau sekolah.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sambaran petir dan angin kencang. Warga diminta memantau perkembangan cuaca sebelum memulai perjalanan pagi.
Batas Waktu Peringatan
Peringatan dini ini diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 08.00 WITA. Setelah rentang waktu itu, BMKG biasanya memperbarui informasi cuaca sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini.
Bagi warga yang hendak beraktivitas di luar ruang, terutama di kawasan terbuka seperti lahan perkebunan dan pesisir, disarankan menunda perjalanan jika hujan disertai petir mulai turun. Peringatan ini bersifat dini, sehingga kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.