BANJARBARU — Ketua Umum Pengprov Gabsi Kalsel Athaillah Hasbi menyebut pihaknya menargetkan penyelenggaraan minimal dua kejuaraan bridge dalam setahun, disertai pelatihan dan promosi lewat media sosial. Sejumlah daerah sudah menyiapkan agenda masing-masing.
Kabupaten Tabalong merencanakan turnamen pada Oktober 2027. Hulu Sungai Selatan (HSS) juga berencana menggelar kejuaraan dengan dukungan Pengprov Gabsi dan Dinas Pemuda dan Olahraga. Divisi IV ALRI direncanakan menjadi agenda kejuaraan pada Mei 2027.
Pembinaan Junior Jadi Fokus Program 2027
Athaillah menyatakan pembinaan atlet junior masuk daftar prioritas bersama pelatihan pelatih dan wasit serta pemassalan olahraga bridge. "Fokus kami pada 2027 adalah pembinaan atlet junior, pelatihan pelatih dan wasit, serta pemassalan bridge," ujarnya di Banjarbaru, Ahad (25/10/2026).
Setiap Pengda didorong melaksanakan Liga Bridge Siswa dan Mahasiswa Nasional (LBSMN) dan menunjuk penanggung jawab yang berkoordinasi dengan panitia Pengprov. Jika jumlah peserta pada setiap jenjang belum mencukupi, pertandingan dapat digabungkan dalam satu kelompok.
Rakerprov turut membahas pengaturan kelompok usia, materi pertandingan, dan jadwal kompetisi LBSMN. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) diusulkan menjadi salah satu lokasi kegiatan.
Dukungan Pembiayaan Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Pengprov Gabsi Kalsel akan mengupayakan audiensi dengan para bupati untuk membahas dukungan pembiayaan bersama. Langkah itu ditempuh agar kejuaraan di daerah tidak bergantung pada anggaran pengurus provinsi saja.
"Kejuaraan akan kami dorong rutin, disertai pelatihan dan promosi melalui media sosial," kata Athaillah.
Dari 12 kabupaten/kota di Kalsel, baru 11 Pengda yang terbentuk. Tanah Bumbu belum memiliki kepengurusan daerah, sehingga pembinaan bridge di wilayah itu belum masuk jalur koordinasi Pengprov.
Gabsi Kalsel berharap program 2027 meningkatkan minat pelajar dan mahasiswa terhadap olahraga bridge sekaligus memperkuat regenerasi atlet di daerah.