Pencarian

Hashim Minta Kadin Hentikan Goreng Saham, Bursa Terancam Turun Kasta

Jumat, 30 Oktober 2026 • 08:37:31 WIB
Hashim Minta Kadin Hentikan Goreng Saham, Bursa Terancam Turun Kasta
Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo meminta anggota Kadin menghentikan praktik manipulasi saham dalam Rapimnas Kadin Indonesia 2026 di Jakarta.

KALIMANTAN SELATAN — Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo meminta pengusaha anggota Kadin menghentikan praktik manipulasi saham. Permintaan itu disampaikan di tengah ancaman MSCI menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Permintaan disampaikan Hashim dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (29/10). Ia menyoroti saham gorengan hasil manipulasi harga yang umumnya punya jumlah saham beredar (free float) terbatas dengan rasio harga terhadap laba (price to earnings ratio/PER) tidak masuk akal.

Hashim mengaku diminta langsung oleh kakak kandungnya, Presiden Prabowo Subianto, untuk turun tangan memitigasi persoalan tersebut. Pemerintah, katanya, sudah berkehendak menindak tegas praktik manipulasi harga saham.

MSCI Ancam Turunkan Kelas Pasar Modal Indonesia

Praktik manipulasi harga memicu perhatian serius penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). MSCI mengusulkan penurunan kelas (reklasifikasi) Indeks MSCI Indonesia dari status negara berkembang (emerging market) menjadi standalone market.

Jika bursa saham Indonesia benar-benar turun kasta, Hashim mengingatkan pasar modal domestik akan mengering akibat ditinggal investor asing. Hengkangnya aliran modal asing dinilai bakal menekan nilai tukar rupiah lebih dalam.

Hashim memproyeksikan mata uang Garuda bisa merosot tajam hingga menyentuh Rp22.000 per dolar AS jika skenario terburuk terjadi.

"Kalau itu terjadi, rupiah bisa Rp21 ribu-Rp22 ribu (per dolar AS). Pinjaman luar negeri kita harus dibayar lebih mahal. Ini bisa jadi bencana dan malapetaka bagi ekonomi Indonesia," ujar Hashim.

32,7 Juta Investor Ritel Jadi Korban

Sebagai pelaku pasar modal yang juga memiliki portofolio investasi, Hashim memandang serius isu ini. Ia menyebut kini ada 32,7 juta warga Indonesia pemilik rekening efek (brokerage account) yang merasa tidak puas akibat nilai saham mereka ikut menyusut.

"Kita harus jujur. Saya kira hampir setiap anggota Kadin ikut beli saham, betul? Kalian tidak puas kan? Betul? Termasuk saya. Saya juga punya saham di perusahaan publik. Saya tidak puas maka pemerintah hendaknya memperhatikan masalah ini," ujar Hashim.

Pemerintah Diminta Perhatikan Masalah

Hashim menegaskan pemerintah sudah berkehendak menindak tegas praktik manipulasi harga saham. Ia meminta seluruh anggota Kadin menghentikan kegiatan goreng-gorengan yang merugikan pasar modal domestik.

"Saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat praktik goreng-gorengan segera dihentikan karena pemerintah sudah berkehendak untuk menindak tegas," ujar Hashim.

Bagi investor, ancaman reklasifikasi MSCI menjadi sinyal penting. Penurunan status ke standalone market berpotensi memicu outflow dari dana-dana asing yang selama ini mengacu pada indeks MSCI, sekaligus menekan valuasi saham-saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks