BATULICIN — Keluhan nelayan soal sulitnya memperoleh solar subsidi di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, mendapat respons dari kepolisian setempat. Kapolsek Batulicin AKP Ahmad Rifani menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi terus berjalan untuk mencegah penyimpangan.
Polsek Batulicin Intensifkan Patroli ke SPBU
AKP Ahmad Rifani mengatakan pihaknya telah mengintensifkan patroli dan pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual solar subsidi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan BBM tepat sasaran, terutama bagi nelayan dan petani yang menjadi prioritas.
"Kami terus melakukan pengawasan agar solar subsidi tidak bocor ke pihak yang tidak berhak. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami akan tindak tegas," ujar AKP Ahmad Rifani dalam keterangannya, Senin.
Diduga Ada Penyimpangan Distribusi
Keluhan nelayan muncul setelah beberapa pekan terakhir mereka kesulitan mendapatkan solar subsidi di SPBU sekitar Batulicin. Sejumlah nelayan mengaku harus antre berjam-jam atau bahkan pulang dengan tangan kosong karena stok habis.
Dugaan sementara, kelangkaan ini dipicu oleh oknum yang membeli solar subsidi dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi. Polsek Batulicin masih mendalami informasi tersebut.
Pengawasan Diperketat, Sanksi Menanti Pelanggar
Kapolsek menambahkan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap pelanggaran distribusi BBM bersubsidi. Mulai dari pengemasan ulang, penimbunan, hingga penjualan ke industri yang tidak berhak.
"Kami imbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk melapor jika menemukan praktik curang. Kami akan turun tangan langsung," tegasnya.
Polsek Batulicin juga berkoordinasi dengan Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk memastikan pasokan solar subsidi di SPBU tetap tersedia sesuai kuota.
Nelayan Berharap Ada Solusi Jangka Panjang
Salah seorang nelayan Batulicin, Hasan (45), mengaku sudah hampir sepekan tidak melaut karena tidak kebagian solar. Ia berharap pemerintah dan aparat serius mengawasi distribusi agar kejadian serupa tidak berulang.
"Kami ini sangat bergantung pada solar. Kalau susah dapat, mau melaut pakai apa? Harganya juga mahal kalau beli eceran di pengecer," keluhnya.
Pihak kepolisian berjanji akan terus memantau situasi dan menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat. Pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Batulicin akan diperketat, terutama menjelang musim tangkapan ikan.