BANJARMASIN — Bank Kalsel memastikan tidak ada gangguan layanan bagi nasabah meskipun pemadaman listrik bergilir dari PLN masih berlangsung di sejumlah titik. Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyatakan perseroan telah menyiapkan baterai cadangan dan genset di setiap kantor operasional.
“Jadi saat terjadi pemadaman, listrik di Bank Kalsel tetap menyala dan transaksi perbankan tetap jalan. Tidak ada kendala sehingga tidak mengganggu nasabah saat bertransaksi di Bank Kalsel,” ujarnya.
OJK Imbau Perbankan Siapkan Sumber Listrik Cadangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan turut mengingatkan sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, untuk memastikan kesiapan sumber listrik cadangan. Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, mengatakan pemadaman bergilir PLN berdampak pada sektor jasa keuangan, namun perbankan berskala besar umumnya telah mengantisipasi dengan UPS dan genset.
“Tentunya untuk sektor jasa keuangan skala besar pasti sudah menyiapkan antisipasi dengan UPS dan genset, sehingga ketika pemadaman tidak berdampak kerugian bagi nasabah saat melakukan transaksi,” katanya, Selasa (28/7).
UMKM Paling Terdampak Pemadaman Listrik Panjang
Menurut Agus, dampak pemadaman listrik lebih dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terutama jika listrik padam hingga enam atau tujuh jam, kondisi itu dapat menghambat aktivitas usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Bank Kalsel sendiri terus memastikan kesiapan operasional di tengah situasi ini agar nasabah tetap bisa bertransaksi tanpa hambatan.