BANJARMASIN — Tekanan inflasi yang melanda Kalimantan Selatan dalam beberapa pekan terakhir belum mampu menghentikan laju pertumbuhan di sektor perkebunan. Data terkini menunjukkan bahwa harga komoditas ekspor seperti kelapa sawit dan karet masih berada di level yang menguntungkan petani dan perusahaan.
Harga Sawit dan Karet Jadi Penopang
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani saat ini masih stabil. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sektor lain yang lesu akibat turunnya daya beli.
"Memang ada tekanan di sektor konsumsi, tapi untuk komoditas perkebunan, permintaan pasar global masih cukup kuat. Ini yang membuat sektor ini tetap bergairah," ujarnya dalam keterangan resmi.
Daya Beli Terkontraksi di Sektor Pangan
Di sisi lain, data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat mencatat adanya penurunan volume penjualan sembako di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin dan Banjarbaru. Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli sejak awal bulan ini.
Harga beras medium yang sempat menyentuh Rp 15.000 per kilogram, serta kenaikan harga minyak goreng curah, disebut menjadi penyebab utama masyarakat menahan belanja. "Dulu bisa beli lima kilogram beras, sekarang cuma tiga kilogram," ujar seorang pedagang di Pasar Sudimampir.
Kontribusi Ekspor Perkebunan Capai Triliunan Rupiah
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel menunjukkan bahwa sektor perkebunan menyumbang lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi. Nilai ekspor komoditas ini bahkan mencapai triliunan rupiah sepanjang tahun lalu.
Namun, para petani tetap dihadapkan pada tantangan fluktuasi harga pupuk dan biaya transportasi yang masih tinggi. Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Tanah Laut dan Kotabaru mengaku margin keuntungan mereka justru semakin tipis.
Fakta Singkat: Potret Ekonomi Kalsel Terkini
- Harga TBS sawit di tingkat petani Kalsel masih bertahan di kisaran Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogram.
- Volume penjualan sembako di pasar tradisional Banjarmasin turun hingga 20 persen dalam sebulan terakhir.
- Sektor perkebunan menyumbang lebih dari 30 persen terhadap PDRB Kalimantan Selatan.
Pemerintah Dorong Diversifikasi dan Stabilisasi Harga
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupaya menjaga keseimbangan dengan menggelar operasi pasar murah di sejumlah kecamatan. Langkah ini diambil untuk menekan laju inflasi tanpa mengganggu sektor produktif seperti perkebunan.
"Kami tidak ingin satu sektor tumbuh pesat tapi sektor lain terpuruk. Harus ada keseimbangan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalsel. Pihaknya juga terus memantau distribusi pupuk bersubsidi agar petani tidak terbebani biaya produksi yang tinggi.