BANJARMASIN — Kloter BDJ 01 menjadi rombongan pertama asal Kalimantan Selatan yang akan pulang dari Arab Saudi. Seluruh jemaah diingatkan untuk tidak membawa air zam zam dalam bentuk kemasan botol maupun galon ke dalam pesawat, baik di tas tangan maupun bagasi tercatat.
Larangan ini mengacu pada regulasi penerbangan internasional dan ketentuan maskapi. Air zam zam yang dibeli di area Masjidil Haram atau tempat lain di Arab Saudi tidak diizinkan masuk ke kabin pesawat karena alasan keamanan dan standar penerbangan.
Jadwal Kepulangan dan Prosedur di Bandara
Proses pemulangan jemaah akan dilakukan secara bertahap dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Setibanya di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses imigrasi.
Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin telah menyiapkan posko kedatangan. Posko ini melayani penjemputan, distribusi bagasi, dan pendataan jemaah yang memerlukan bantuan khusus.
Fakta Singkat Kepulangan Jemaah Haji Kalsel
- 359 jemaah tergabung dalam Kloter BDJ 01 asal Kota Banjarmasin
- 4 Juni 2025 menjadi tanggal awal pemulangan gelombang pertama
- Air zam zam dilarang keras dibawa ke dalam pesawat, baik di koper maupun kabin
- Jemaah diminta hanya membawa barang bawaan sesuai ketentuan maskapai
Aturan Barang Bawaan Jemaah Haji
Selain air zam zam, jemaah juga dilarang membawa benda tajam, cairan lebih dari 100 ml, dan power bank berkapasitas besar di bagasi kabin. Pelanggaran dapat menyebabkan barang disita petugas keamanan bandara.
PPIH mengimbau jemaah untuk menitipkan air zam zam pada layanan pengiriman resmi yang tersedia di Arab Saudi. Layanan ini mengantarkan air zam zam langsung ke alamat rumah jemaah di Indonesia dengan biaya terpisah.
Antisipasi Kepadatan di Bandara Syamsudin Noor
Pihak bandara dan PPIH telah berkoordinasi dengan maskapai untuk mengatur jadwal kedatangan. Antrean pengambilan bagasi dan pemeriksaan bea cukai diperkirakan menjadi titik rawan kepadatan.
Jemaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus akan mendapat prioritas pendampingan sejak turun dari pesawat hingga keluar area kedatangan. Posko kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi jemaah yang kelelahan setelah penerbangan panjang.