BANJARMASIN — Ratusan jemaah haji asal Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Embarkasi Banjarmasin akan disambut dengan tradisi khas banua begitu menginjakkan kaki di tanah air. Bukan sekadar seremoni biasa, panitia penyambutan telah menyiapkan hidangan ikonik daerah, Soto Banjar, sebagai jamuan pertama bagi para tamu Allah yang baru menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kepulangan jemaah dijadwalkan dalam beberapa gelombang, dengan kedatangan pertama di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, pada pekan ini. Sambutan ini merupakan wujud penghormatan dan rasa syukur dari masyarakat Kalimantan Selatan atas perjalanan ibadah yang telah ditunaikan dengan selamat.
Mengapa Soto Banjar Jadi Hidangan Sambutan?
Soto Banjar bukan sekadar makanan, melainkan identitas kuliner yang melekat dengan budaya urang banua. Hidangan berkuah kaldu ayam dengan rempah khas dan potongan ketupat ini kerap disajikan dalam acara-acara besar dan perayaan adat.
Pemilihan Soto Banjar sebagai jamuan pertama dinilai tepat karena mampu memberikan kehangatan setelah jemaah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. “Ini bentuk penghargaan kami. Soto Banjar adalah rumah, rasa yang langsung mengingatkan mereka pada kampung halaman,” ujar salah satu panitia penyambutan di Banjarmasin.
Prosesi Sambutan di Embarkasi Banjarmasin
Rencananya, jemaah akan langsung diarahkan ke area penyambutan khusus di bandara. Di sana, panitia telah menyiapkan stan yang menyajikan Soto Banjar hangat beserta pelengkapnya seperti perkedel dan sambal.
Selain jamuan kuliner, acara penyambutan juga akan diisi dengan doa bersama dan penyerahan cenderamata khas Kalsel. Prosesi ini dirancang agar jemaah bisa langsung merasakan atmosfer banua tanpa harus menunggu lama setelah prosesi kedatangan di bandara.
Panitia juga mengimbau keluarga jemaah untuk mengikuti prosedur penjemputan yang telah ditetapkan. Hal ini untuk memastikan proses penyambutan berjalan tertib dan seluruh jemaah mendapat jamuan yang sama.
Tradisi yang Terus Dilestarikan
Sambutan dengan Soto Banjar bukanlah kali pertama dilakukan. Tradisi ini sudah berlangsung dalam beberapa musim haji terakhir dan selalu mendapat apresiasi positif dari para jemaah. Bagi mereka, sepiring Soto Banjar setelah berminggu-minggu di Tanah Suci menjadi momen yang paling dinanti.
Pemerintah daerah melalui Kantor Kementerian Agama Kalimantan Selatan terus mendukung tradisi ini sebagai bagian dari pelayanan optimal kepada jemaah haji. Kehadiran hidangan lokal di momen kepulangan juga dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya masyarakat setempat.