TAPIN — Timbaan Sasirangan mengembangkan ragam produk dari kain khas Kalimantan Selatan itu, tidak lagi terbatas pada kain lembaran. Perajin di Desa Timbaan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, menyiapkan sejumlah inovasi agar sasirangan mampu bersaing dengan produk fesyen modern.
Inovasi itu mencakup motif, perpaduan warna, dan bentuk produk yang disesuaikan dengan selera pasar. Pengrajin Timbaan Sasirangan, Mariatul Ikrimah, mengatakan pengembangan produk menjadi langkah penting untuk menjaga eksistensi sasirangan.
Dari Kain Lembaran ke Jaket dan Tas
Mariatul menyebut sasirangan kini tidak harus selalu dipasarkan dalam bentuk kain lembaran. Kain tradisional tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk fesyen dan aksesori.
“Sekarang sasirangan bisa dikembangkan menjadi berbagai produk. Tidak hanya kain lembaran, tetapi juga pakaian, syal, tas, jaket dan aksesori plainnya. Ini salah satu upaya agar sasirangan tetap diminati mengikuti perkembangan tren fesyen,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Motif Tradisional Tetap Dipertahankan
Perajin tidak meninggalkan motif tradisional yang menjadi ciri sasirangan. Motif itu tetap dipertahankan, sementara perpaduan warna dan bentuk produk diubah mengikuti tren.
Strategi tersebut menyasar generasi muda yang lebih akrab dengan produk fesyen siap pakai. Sasirangan diarahkan tampil sebagai pilihan busana sehari-hari, bukan sekadar kain upacara adat.
Persaingan dengan Industri Fesyen Modern
Perubahan tren fesyen yang cepat menuntut perajin bergerak lebih lincah. Tanpa inovasi, sasirangan berisiko ditinggalkan pembeli muda yang punya banyak pilihan produk pabrikan.
Upaya Timbaan Sasirangan menjadi salah satu contoh bagaimana perajin daerah menyesuaikan produk budaya dengan permintaan pasar. Diversifikasi produk membuka peluang penjualan lebih luas, dari pakaian hingga aksesori.