Pencarian

200 Penumpang Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey Telantar di Kamboja

Jumat, 30 Oktober 2026 • 11:12:01 WIB
200 Penumpang Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey Telantar di Kamboja
Kapal pesiar Villa Vie Odyssey berhenti di Kamboja setelah operator menghentikan pelayaran akibat lonjakan biaya bahan bakar.

KALIMANTAN SELATAN — Sekitar 200 penumpang kapal pesiar Villa Vie Odyssey telantar di Kamboja setelah operator menghentikan pelayaran akibat lonjakan biaya bahan bakar. Perjalanan yang semula dirancang sebagai pelayaran keliling dunia selama 3,5 tahun itu berhenti di tengah jalan, meninggalkan penumpang tanpa kepastian jadwal pulang.

Villa Vie Odyssey berlayar dengan janji yang terdengar mustahil ditolak: tiga setengah tahun mengelilingi dunia, singgah di puluhan negara, dan tinggal di atas kapal seolah punya rumah kedua. Ratusan penumpang sudah membayar mahal untuk paket itu. Kini kapal berhenti di Kamboja dan para penumpang menunggu kejelasan nasib perjalanan mereka.

Lonjakan Biaya BBM Jadi Pemicu Penghentian

Operator kapal memutuskan menghentikan pelayaran karena lonjakan biaya bahan bakar. Keputusan itu diambil di tengah rute, bukan di pelabuhan asal, sehingga penumpang yang sudah terlanjur berlayar harus mencari jalan pulang sendiri.

Penghentian mendadak ini memunculkan pertanyaan soal perlindungan konsumen dalam paket pelayaran jangka panjang. Penumpang umumnya membayar di muka untuk periode tinggal yang sangat lama, sementara biaya operasional kapal bergerak mengikuti harga energi global.

Siapa yang Terdampak

Sekitar 200 penumpang tercatat berada di kapal saat pelayaran dihentikan. Mereka bukan kru, melainkan tamu yang membeli paket tinggal di atas kapal untuk jangka panjang.

Sebagian penumpang kemungkinan sudah menjual rumah atau meninggalkan pekerjaan sebelum berangkat, karena konsep pelayaran 3,5 tahun memang menuntut komitmen hidup penuh di atas kapal. Tidak ada informasi resmi soal kompensasi atau jadwal pemulangan dalam bahan yang tersedia.

Kamboja Jadi Titik Berhenti

Kamboja menjadi lokasi terakhir pelayaran Villa Vie Odyssey. Negara di Asia Tenggara ini punya sejumlah pelabuhan yang biasa disinggahi kapal pesiar, meski bukan tujuan utama rute pelayaran dunia.

Bagi penumpang, berada di Kamboja tanpa rencana perjalanan lanjutan berarti harus mengurus sendiri akomodasi, tiket pulang, dan kemungkinan perpanjangan izin tinggal. Informasi terkini soal status penumpang dapat dikonfirmasi ke otoritas pelabuhan setempat atau perwakilan kedutaan masing-masing.

Pelajaran untuk Traveler yang Membeli Paket Jangka Panjang

Kasus Villa Vie Odyssey memperlihatkan risiko paket perjalanan jangka panjang yang bergantung pada satu operator. Sebelum membayar, traveler sebaiknya memeriksa klausul pembatalan, skema pengembalian dana, dan riwayat keuangan operator.

Pilih juga paket yang punya perlindungan asuransi perjalanan jelas. Untuk pelayaran multi-tahun, pastikan ada rekening penampung dana penumpang atau jaminan dari pihak ketiga, bukan sekadar janji di brosur.

Pelayaran keliling dunia 3,5 tahun memang terdengar seperti pengalaman sekali seumur hidup. Tapi sebelum memutuskan, traveler perlu memastikan operatornya punya fondasi keuangan yang kuat dan kontrak yang melindungi konsumen saat kondisi tak terduga terjadi.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks