Pencarian

BMKG Sebut Haze Selimuti Labuan Bajo, Jarak Pandang Turun 4 Kilometer

Rabu, 21 Oktober 2026 • 11:07:31 WIB
BMKG Sebut Haze Selimuti Labuan Bajo, Jarak Pandang Turun 4 Kilometer
Fenomena haze menyelimuti Labuan Bajo dengan jarak pandang terbatas sekitar empat kilometer pada Senin (19/10).

KALIMANTAN SELATAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena haze menyelimuti Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (19/10), dengan jarak pandang terbatas sekitar empat kilometer. BMKG mengimbau kelompok sensitif mengurangi aktivitas berat di luar ruangan untuk mencegah gangguan pernapasan. Udara kabur yang membuat warga mengalami mata perih itu diduga berkaitan dengan sebaran kabut asap karhutla dari luar wilayah NTT.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Patricia Christin Seran menyatakan pihaknya masih menelusuri sumber partikulat yang membentuk udara kabur di Labuan Bajo. Pemantauan meteorologi menunjukkan pola angin di wilayah NTT didominasi angin dari arah timur, sehingga partikulat dari wilayah timur NTT berpotensi terbawa aliran udara masuk ke NTT.

Mengapa Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Imbauan BMKG menyasar kelompok sensitif, terutama anak-anak, lansia, dan penderita gangguan saluran pernapasan. Warga yang mengalami gangguan pernapasan disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.

"Kami imbau bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta penderita saluran pernafasan untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan apabila udara berasap atau berdebu," kata Maria, Senin (19/10), dikutip dari Detikcom.

Fenomena haze bukan hanya terjadi di Labuan Bajo. Udara kabur juga muncul di sejumlah wilayah lain di NTT, dengan warga setempat melaporkan mata perih akibat paparan partikel di udara.

Apa Itu Haze dan Bagaimana Terbentuk

Haze adalah fenomena atmosfer akibat partikel-partikel kecil yang mengaburkan pandangan dan mengurangi kejernihan langit. Akumulasi debu, asap, atau uap air di atmosfer menghalangi cahaya sehingga udara tampak kabur.

Di Labuan Bajo, haze diduga berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Maria menyebut sumbernya kemungkinan berada di luar NTT, namun analisis lanjutan tetap diperlukan karena partikel pembentuk udara kabur tidak hanya berasal dari asap.

Percikan Air Laut Ikut Diduga Jadi Sumber Partikel

Wilayah NTT yang dikelilingi laut membuka kemungkinan lain. Percikan air laut menghasilkan partikel garam yang terangkat ke atmosfer dan turut membentuk aerosol penyebab udara kabur.

Maria menegaskan indikasi partikulat halus dan aerosol berdasarkan pemodelan BMKG tidak serta merta menunjukkan kondisi tersebut hanya disebabkan asap kebakaran.

"Penentuan sumber partikulat memerlukan analisis lebih lanjut, sedangkan kondisi kualitas udara aktual perlu dikonfirmasi melalui pengukuran langsung," ungkap Maria.

Kapan Kualitas Udara Dipastikan Membaik

BMKG belum memastikan kapan kondisi udara di Labuan Bajo dan wilayah NTT lain kembali normal. Penentuan sumber partikulat maupun pengukuran kualitas udara aktual masih menunggu hasil analisis dan pengukuran langsung.

Warga diminta memantau kondisi udara harian dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan, terutama saat udara berasap atau berdebu. Kelompok sensitif perlu lebih dulu membatasi paparan sebelum muncul keluhan pernapasan.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks