Pencarian

Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Enam Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu

Senin, 20 Juli 2026 • 16:52:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Enam Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Banjarbaru pada Senin pagi, mengganggu enam penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

BANJARBARU — Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan mencatat kualitas udara di Kota Banjarbaru sempat masuk kategori berbahaya pada Senin pagi. Level itu terpantau pada pukul 06.00 Wita, lalu berubah menjadi sangat tidak sehat satu jam kemudian.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel, Wiji Cahyadi, mengatakan kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Meski demikian, ia mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan pada pagi hari untuk mengenakan masker.

"Jika beraktivitas di luar, harap mengenakan masker, terutama saat kabut asap masuk kategori tidak sehat," ujar Wiji dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Penyebab Kabut Asap dan Dampaknya ke Penerbangan

Ahli Meteorologi BMKG Stasiun Syamsudin Noor, Utari Randian, menjelaskan kabut asap dipicu oleh Karhutla yang terjadi sejak Minggu (19/7/2026) siang. Api berhasil dipadamkan, tetapi asap yang dihasilkan terbawa angin ke area bandara mulai malam hingga keesokan harinya.

"Kebakaran lahan yang terjadi dari siang hingga malam dan kondisi ini bisa berlangsung sampai dini hari," kata Utari.

Gangguan terhadap enam penerbangan terjadi pada pagi hari saat jarak pandang terbatas. Namun, setelah arah angin berubah, kabut asap perlahan menipis dan dinyatakan aman untuk aktivitas penerbangan.

"Saat matahari cukup tinggi, itu sudah akan membaik," ujar Utari.

Imbauan untuk Warga Banjarbaru

Pemerintah daerah bersama BMKG mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi kabut asap susulan. Warga yang memiliki aktivitas di luar rumah, terutama pada pagi hari, disarankan menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau masih berpotensi memicu titik api baru di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Koordinasi antara pemadam kebakaran dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya Karhutla.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks