BANJARMASIN — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap Kapal Ro-Ro Virgo Transport 8 resmi diaktifkan Kantor Basarnas Banjarmasin setelah kapal tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa. Laporan pertama masuk sekitar pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.
Kapal bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026). Komunikasi terputus sekitar pukul 01.00–02.00 WITA, setelah sebelumnya kapal menghadapi cuaca buruk di tengah pelayaran.
Posisi Terakhir di Koordinat 4°31'51.82" Lintang Selatan
Basarnas mencatat posisi terakhir kapal berada pada koordinat 4°31'51.82" Lintang Selatan dan 114°02'06.88" Bujur Timur, dengan arah pelayaran sekitar 203,94 derajat.
Titik itu berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Dengan kapal SAR, perjalanan menuju lokasi diperkirakan memakan waktu sekitar lima jam.
Enam Personel Dikerahkan, KN SAR Laksmana 241 Meluncur ke Lokasi
Sekitar pukul 04.30 WITA, enam personel tim rescue diberangkatkan memakai Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih. Dari dermaga, tim melanjutkan perjalanan dengan KN SAR Laksmana 241.
Peralatan yang dibawa mencakup peralatan water rescue, dua set alat selam, alat komunikasi, serta perangkat komunikasi satelit Starlink.
"Kami Mengoptimalkan Koordinasi dengan Seluruh Unsur Terkait"
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyatakan operasi SAR langsung dijalankan begitu laporan diterima.
"Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir," ujar I Putu Sudayana dalam siaran pers, Minggu (13/9/2026).
Ia menambahkan bahwa jumlah penumpang dan awak yang banyak membuat pihaknya memperkuat koordinasi lintas unsur.
"Dengan jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal," katanya.
KSOP hingga Ditpolairud Polda Kalsel Terlibat Pencarian
Operasi melibatkan KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalsel, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo, serta agen kapal.
Posko SAR disiapkan di Banjarmasin. Sarana pendukung yang diminta disiapkan mencakup komputer atau laptop, printer, jaringan internet, dan perlengkapan lain sesuai kebutuhan tim.
Belum Ada Korban Dinyatakan Selamat maupun Meninggal
Dalam laporan awal Basarnas, seluruh 240 orang masih berstatus dalam pencarian. Belum ada korban yang dinyatakan selamat maupun meninggal dunia.
Cuaca di wilayah pesisir Banjarmasin saat laporan awal diterima dilaporkan cerah. Tim tetap memantau perkembangan cuaca di sekitar titik pencarian.
Basarnas mengimbau keluarga penumpang dan masyarakat tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan operasi akan disampaikan melalui sumber resmi.