BANJARMASIN — Krisis air baku masih membayangi distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. Direktur Utama PT AM Bandarmasih, Zulbadi, menyatakan pihaknya membentuk tim tanggap darurat khusus untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi selama masa kering ini.
Perusahaan juga mengerahkan 10 unit mobil tangki sebagai penopang utama distribusi. Enam unit milik PAM Bandarmasih, sisanya dukungan armada dari Palang Merah Indonesia (PMI) dua unit dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin dua unit.
Tandon Air Disalurkan ke Alalak, Sungai Andai, hingga Ujung Banjarmasin Timur
Penyaluran tandon menyasar wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau jaringan pipa. Di Banjarmasin Utara, tandon ditempatkan di Kelurahan Alalak dan Sungai Andai.
Distribusi serupa juga menyasar kawasan ujung-ujung pelayanan di Banjarmasin Timur. Zulbadi menyebut tandon akan terus diisi ulang memakai mobil tangki agar warga bisa mengambil air kapan saja.
"Tujuan kita mendistribusikan tandon tentunya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat setiap harinya," ujarnya.
Seluruh air yang disalurkan lewat program tersebut diberikan gratis kepada warga.
"Kami akan selalu mengisi air di tandon itu melalui mobil tangki sehingga warga bisa mengambil air kapan saja saat diperlukan," katanya.
Petugas Telusuri Jaringan Pipa, Buang Udara dan Kotoran di Air Valve
Di sisi teknis, PT AM Bandarmasih menelusuri wilayah yang mengalami kesulitan aliran air. Petugas membuang udara melalui air valve serta membuka washout untuk mengeluarkan kotoran yang masuk ke jaringan pipa.
"Kita juga melakukan rekayasa distribusi air supaya air bisa mengalir secara bertahap," kata Zulbadi.
Rekayasa itu belum membuat distribusi kembali normal sepenuhnya. Perusahaan belum bisa memastikan aliran air tersedia 24 jam.
"Kami akui saat ini pihaknya belum bisa mendistribusikan aliran air 24 jam, namun kami mengupayakan bisa memenuhi kebutuhan air dengan mendistribusikan air melalui mobil tangki," tuturnya.
Enam Kanal Pengaduan dan Posko Siaga 24 Jam
Untuk merespons keluhan pelanggan, PT AM Bandarmasih mengaktifkan layanan customer care melalui enam kanal pengaduan. Kanal itu meliputi telepon, WhatsApp, media sosial, email, hingga laman resmi perusahaan.
Setiap aduan yang masuk diteruskan kepada petugas lapangan agar bisa segera ditindaklanjuti.
"Setiap aduan yang masuk secara otomatis akan diteruskan kepada petugas lapangan yang siap turun langsung ke lapangan menindaklanjuti," katanya.
Selama masa tanggap darurat, layanan customer care dan posko disiagakan 24 jam.
Berharap Hujan Segera Turun, Distribusi Kembali Normal
Zulbadi berharap kondisi darurat air baku segera berakhir. Menurutnya, turunnya hujan akan memulihkan ketersediaan air sehingga distribusi ke masyarakat kembali normal.
"Kita berdoa bersama mudah-mudahan hujan segera turun, dan kemarau kering ini bisa berakhir agar air bisa kembali normal," harapnya.