KALIMANTAN SELATAN — Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) terus berlanjut hingga akhir tahun. Bagi masyarakat yang ingin memastikan namanya terdaftar sebagai penerima manfaat, Kemensos menyediakan kanal pengecekan mandiri yang bisa diakses dari ponsel.
Langkah ini penting dilakukan, terutama bagi keluarga yang sebelumnya pernah menerima bantuan namun khawatir namanya dicoret, atau bagi warga yang merasa layak namun belum pernah masuk daftar penerima.
Panduan Cek Status Penerima Bansos Online
Proses verifikasi status penerima bansos hanya memerlukan perangkat dengan koneksi internet. Berikut langkah-lurang yang perlu diikuti:1. Buka laman resmi cekbansos.kemensos.go.id melalui browser di ponsel atau komputer. 2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 16 digit sesuai data di Kartu Tanda Penduduk (KTP). 3. Isi kode verifikasi atau captcha yang tampil di layar. 4. Klik tombol "Cari Data".
Sistem akan menampilkan informasi nama, usia, dan status pencairan jika data terdaftar. Jika tidak muncul, artinya nama tersebut belum terdaftar sebagai penerima pada periode penyaluran tersebut.
Desil 1-4: Syarat Utama Penerima Manfaat
Kemensos menggunakan sistem desil untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan keluarga. Desil 1 adalah kelompok 10 persen keluarga paling bawah secara ekonomi, dan seterusnya hingga desil 10 untuk kelompok 10 persen tertinggi.Penentuan ini tidak hanya berdasarkan pendapatan, tetapi juga melihat kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh. Indikatornya meliputi jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi fisik rumah, daya listrik yang digunakan, hingga kepemilikan aset.
Hanya keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 yang berhak diusulkan menerima bantuan PKH dan Sembako. Artinya, jika sebuah keluarga masuk kategori desil 5 ke atas, secara sistem mereka dianggap belum membutuhkan intervensi pemerintah.
Data Tidak Sesuai? Ini Jalur Pengaduannya
Tidak sedikit kasus warga merasa layak menerima bantuan namun datanya tidak tercantum, atau justru menerima bantuan padahal kondisi ekonominya sudah membaik. Untuk kasus seperti ini, Kemensos menyediakan mekanisme pembaruan data.Pembaruan data desil dapat diajukan melalui tiga kanal resmi. Pertama, melapor ke pemerintah desa atau kelurahan setempat. Kedua, datang langsung ke dinas sosial kabupaten/kota. Ketiga, memanfaatkan aplikasi Cek Bansos yang tersedia untuk perangkat Android.
Proses usulan ini akan diverifikasi oleh petugas di lapangan sebelum akhirnya ditetapkan masuk ke dalam basis data penerima.
Antisipasi Modus Penipuan Mengatasnamakan Bansos
Di tengah proses penyaluran, masyarakat perlu waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan petugas sosial. Kemensos mengimbau agar seluruh proses pengecekan dan pendaftaran hanya dilakukan melalui kanal resmi yang telah ditentukan.Jangan pernah memberikan data pribadi seperti NIK, nomor kartu keluarga, atau informasi perbankan melalui tautan atau pesan singkat yang tidak jelas asal-usulnya. Petugas resmi tidak akan meminta biaya apapun untuk proses verifikasi atau pencairan bantuan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal pencairan dan status terbaru program bansos, masyarakat dapat memantau laman resmi Kemensos atau menghubungi pendamping sosial di wilayah masing-masing.