Pencarian

BEM UNIVSM Balangan Bagikan Masker ke Pengendara di Bundaran Paringin, Partikulat Udara Capai 880,7 Mikrogram

Rabu, 09 September 2026 • 10:51:02 WIB
BEM UNIVSM Balangan Bagikan Masker ke Pengendara di Bundaran Paringin, Partikulat Udara Capai 880,7 Mikrogram
BEM Universitas Sapta Mandiri Balangan membagikan masker kepada pengendara di Bundaran Paringin sebagai respons terhadap kabut asap.

BEM Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Balangan membagikan masker kepada pengendara dan warga di Bundaran Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sebagai respons atas memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Wakil Presiden Mahasiswa BEM UNIVSM Sasya Nabila menyebut partikulat di wilayah itu sempat menyentuh 880,7 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori berbahaya.

PARINGIN — Puluhan mahasiswa turun ke Bundaran Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, untuk membagikan masker kepada masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan. Aksi ini digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Balangan di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Wakil Presiden Mahasiswa BEM UNIVSM Sasya Nabila mengatakan, pembagian masker merupakan langkah perlindungan paling sederhana yang bisa langsung digunakan warga.

Partikulat 880,7 Mikrogram: Kategori Berbahaya

Sasya menjelaskan, inisiatif ini muncul setelah pihaknya menerima informasi mengenai kualitas udara di Balangan yang masuk level mengkhawatirkan. Angka partikulat sempat tercatat mencapai 880,7 mikrogram per meter kubik.

"Kami melihat kondisi udara di Kabupaten Balangan saat ini cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang kami terima, partikulat sempat mencapai 880,7 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya," ucap Sasya di Paringin, Rabu.

Masker Bukan Solusi, tapi Perlindungan Sementara

Mahasiswa menyadari bahwa masker tidak menyelesaikan akar persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, alat pelindung diri ini dinilai penting bagi warga yang mobilitasnya tidak bisa dihentikan sepenuhnya.

"Ketika kondisi udara sedang buruk, masyarakat tetap beraktivitas dan mobilitas tidak bisa sepenuhnya dihentikan. Jadi kami berupaya hadir memberikan perlindungan yang bisa langsung digunakan," katanya.

Dorongan untuk Pemerintah Tangani Karhutla

Sasya berharap masyarakat tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi yang biasa. Ia juga mendorong pemerintah agar lebih serius menangani karhutla, mengingat dampaknya terhadap kesehatan publik dalam jangka panjang.

"Semoga pemerintah lebih serius lagi dalam penanganan karhutla, karena persoalannya bukan hanya tentang asap hari ini, tetapi menyangkut kesehatan masyarakat dan kualitas hidup kita bersama," harapnya.

Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. "Jangan menunggu sampai kondisi semakin parah baru kita peduli," pungkas Sasya.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks