PARINGIN — Langkah preventif menjadi fokus utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Balangan. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI AD menunjukkan komitmennya dengan mendatangi langsung titik rawan di kawasan utara provinsi tersebut.
Kegiatan berlangsung pukul 11.00 WITA di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai. Tim yang hadir dipimpin Kolonel Laut KH Najib dan Mayor Inf Sanusi, didampingi Pasi Intel Kodim 1001/HSU-BLG Kapten Inf Helmy Wahyudi serta Danramil 1001-01/Juai Pelda Mujaini.
Warga Diminta Aktif Laporkan Titik Api
Penyuluhan yang diberikan menitikberatkan pada pengenalan potensi bahaya serta langkah antisipasi sejak dini. Masyarakat tidak hanya diminta waspada, tetapi juga berperan sebagai pengawas lingkungan pertama di lapangan.
Instruksi tegas pun disampaikan: jangan mengabaikan kemunculan titik api sekecil apa pun. Pelaporan yang cepat kepada petugas dinilai krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
Puluhan Warga dan Aparat Desa Ikut Serta
Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Sekitar 37 orang mengikuti penyuluhan, mulai dari tokoh agama hingga perangkat desa setempat.
Unsur pemerintah turut hadir, di antaranya Kasi Trantib Kecamatan Juai Rusdi, Kepala Desa Sumber Rejeki Ruwat beserta perangkat, serta anggota BPD Kecamatan Juai Syintiya. Kehadiran lintas sektor ini menjadi modal penting dalam membangun sistem peringatan dini yang efektif.
Peninjauan Lapangan untuk Koordinasi Lebih Solid
Setelah sesi penyuluhan, tim Mabes TNI AD langsung bergerak meninjau kondisi wilayah yang sempat terdampak karhutla. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya memahami karakteristik lahan dan mengukur efektivitas respons di lapangan.
Kolonel Laut KH Najib beserta rombongan berjalan menyusuri area untuk memastikan langkah koordinasi antara pihak militer, pemerintah desa, dan warga dapat berjalan dengan data yang akurat.
Sinergi semacam ini ditekankan sebagai kunci utama. Penanganan karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada petugas pemadam, melainkan butuh peran aktif masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan.
Kesiapsiagaan Jadi Kunci Tekan Risiko Bencana
Desa Sumber Rejeki sendiri merupakan salah satu wilayah yang cukup rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau. Kondisi lahan yang mudah kering membuat ancaman tersebut selalu mengintai setiap tahunnya.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, kesadaran warga diharapkan meningkat dan koordinasi lintas sektor terus menguat. Tujuannya jelas: setiap potensi karhutla dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin agar bencana besar tidak sampai terjadi di Kabupaten Balangan.