PARINGIN — Lima kecamatan di Kabupaten Balangan kini telah terpasang spanduk peringatan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Titik pemasangan difokuskan di kawasan sekitar kantor kecamatan yang dinilai menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Lima Kecamatan yang Jadi Sasaran Sosialisasi
BPBD Balangan memastikan spanduk telah terpasang di Kecamatan Paringin, Lampihong, Halong, Juai, dan Batumandi. Lokasi-lokasi ini dipilih karena tingkat aktivitas warga yang tinggi serta kerawanan lahan terhadap api.
Isi Imbauan: dari Larangan Bakar hingga Nomor Darurat
Melalui spanduk tersebut, BPBD menyampaikan lima larangan utama kepada masyarakat. Warga dilarang membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan menghindari praktik pembakaran hutan dan lahan.
Selain itu, imbauan juga menekankan agar warga tidak meninggalkan sumber api di kawasan hutan maupun lahan. Masyarakat diminta segera melaporkan potensi kebakaran melalui layanan darurat 112.
Kabid Pencegahan: Musim Kemarau Tingkatkan Kerawanan
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Balangan, Jumaidil Hairi, mengatakan pemasangan spanduk merupakan bagian dari upaya mitigasi non-struktural yang dilakukan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa sebagian besar kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia.
“Musim kemarau memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama yang dipicu oleh aktivitas manusia. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melapor apabila menemukan potensi kebakaran,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Patroli Lapangan dan Koordinasi Desa Diperkuat
BPBD Balangan tidak hanya mengandalkan spanduk. Ke depan, patroli lapangan dan kegiatan sosialisasi akan diintensifkan. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan juga diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan di seluruh wilayah.
Melalui langkah-langkah ini, BPBD berharap partisipasi masyarakat meningkat sehingga risiko Karhutla selama musim kemarau dapat ditekan seminimal mungkin.