Pemprov Kalsel meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Banjarbaru sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-76 Kalimantan Selatan. Peresmian ini menjadi penanda penguatan infrastruktur keagamaan di tengah upaya pemerintah daerah mengakselerasi pembangunan ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
BANJARBARU — Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diresmikan dalam momen ulang tahun Provinsi Kalimantan Selatan yang ke-76. Kehadiran masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol penguatan fondasi spiritual masyarakat Banua.
Peresmian berlangsung di sela Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kalsel dan rangkaian kegiatan peringatan HUT daerah. Lokasi masjid berada di kawasan Banjarbaru, ibu kota provinsi, sehingga memudahkan akses bagi warga dari berbagai kabupaten/kota.
Dua Sisi Simbol: Masjid Baru dan Semangat Ekonomi Umat
Nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diambil dari ulama besar kelahiran Kalimantan Selatan yang dikenal luas, baik di dalam negeri maupun dunia. Sosoknya adalah penulis Kitab Sabilal Muhtadin yang jadi rujukan utama dalam kajian fikih di Asia Tenggara.
Penamaan masjid megah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa kemajuan ekonomi dan pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter religius masyarakat.
Menghidupkan UMKM dan Investasi Lewat Kalsel Expo
Bersamaan dengan peresmian masjid, Pemprov Kalsel juga menghelat Kalsel Expo. Ajang ini digelar untuk menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus menarik minat investor masuk ke Bumi Lambung Mangkurat.
Kalsel Expo menjadi etalase produk unggulan daerah, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, hingga kerajinan khas Banua. Pemerintah berharap event ini mampu memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Infrastruktur Jadi Tulang Punggung Konektivitas Banua
Di luar aspek religi dan ekonomi, Pemprov Kalsel tengah mengebut sejumlah proyek infrastruktur strategis. Salah satu yang paling dinanti adalah megaproyek Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Pulau Laut dengan daratan utama Kabupaten Kotabaru. Keberadaan jembatan ini akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik secara signifikan.
Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur Paket A, B, dan C terus berjalan untuk memperluas akses jalan yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Kalsel.
Sinergi Pembangunan Fisik dan Spiritual
Langkah intervensi strategis yang dilakukan Pemprov Kalsel ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah dan memacu roda perekonomian rakyat. Namun, pembangunan fisik tanpa penguatan nilai keagamaan dinilai tidak akan membawa kemajuan yang hakiki.
Dengan adanya masjid baru dan berbagai program ekonomi, pemerintah menargetkan Kalimantan Selatan tumbuh menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Peringatan HUT ke-76 ini menjadi momentum untuk mempertegas arah pembangunan menuju Banua yang lebih baik.