Pencarian

Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki: Cegah Kanker sejak SD

Senin, 31 Agustus 2026 • 18:46:01 WIB
Vaksin HPV untuk Anak Laki-laki: Cegah Kanker sejak SD
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin HPV kepada seorang pelajar laki-laki di Sleman, Yogyakarta, dalam perluasan sasaran imunisasi.

KALIMANTAN SELATAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Yogyakarta, resmi memperluas sasaran imunisasi Human Papillomavirus (HPV) kepada pelajar laki-laki. Keputusan ini diambil karena virus HPV tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius pada laki-laki.

Selama ini, banyak orang tua mengira vaksin HPV hanya penting untuk anak perempuan karena berkaitan dengan kanker serviks. Padahal, virus ini juga bisa memicu penyakit pada pria, seperti kutil kelamin yang menular.

Apa Itu Vaksin HPV dan Mengapa Penting untuk Anak Laki-laki?

HPV adalah virus yang menyebabkan infeksi menular seksual. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menjelaskan bahwa laki-laki juga berisiko tertular virus ini.

"Memang ada kutil di alat kelamin yang bisa menularkan virusnya melalui kutil itu. Kalau di laki-laki lebih diprioritaskan untuk kutilnya," ujar Yuli, sapaan akrabnya.

Meski laki-laki tidak memiliki serviks, virus HPV tetap bisa bersarang di tubuh dan menimbulkan penyakit. Karena itu, imunisasi HPV sama pentingnya diberikan kepada anak laki-laki dan perempuan sebagai langkah pencegahan dini.

Siapa Sasaran Vaksin HPV di Sekolah?

Imunisasi HPV untuk anak usia sekolah pada 2026 diberikan satu kali, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Sasaran utamanya adalah siswa kelas 5 sekolah dasar yang umumnya berusia sekitar 11 tahun.

Program ini diintegrasikan dalam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin digelar setiap tahun. Di Kabupaten Sleman sendiri, target sasaran program BIAS tahun ini mencapai 565 sekolah.

Kapan dan Bagaimana Pelaksanaannya?

Pelaksanaan imunisasi HPV tahun ini berjalan pada Agustus melalui BIAS tahap pertama. Selanjutnya, BIAS tahap kedua dijadwalkan pada November. Dengan dua tahap ini, diharapkan seluruh anak usia sekolah mendapatkan perlindungan optimal.

"Targetnya pengennya semua tersasar, untuk usia sekolah," kata Yuli.

Orang tua tidak perlu khawatir tentang keamanan vaksin ini. Vaksin HPV telah melalui uji klinis dan direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia serta Kementerian Kesehatan Indonesia. Efek samping yang umum terjadi umumnya ringan, seperti nyeri di area suntikan atau demam ringan yang akan hilang dengan sendirinya.

Dengan diperluasnya sasaran ke anak laki-laki, perlindungan terhadap penyakit akibat HPV menjadi lebih menyeluruh. Anak laki-laki yang divaksin tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga membantu memutus rantai penularan virus di masyarakat.

Bagi orang tua yang anaknya duduk di kelas 5 SD, pastikan anak mendapatkan imunisasi HPV sesuai jadwal BIAS di sekolahnya. Jika belum mendapat informasi dari sekolah, tidak ada salahnya bertanya kepada guru atau tenaga kesehatan setempat. Demi masa depan anak yang lebih sehat, langkah pencegahan sejak dini adalah investasi terbaik.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks