Pencarian

1.200 Pelajar SMP di Banjarmasin Ikut Lomba Bapandung, Disdik Targetkan Rekor MURI untuk Harjad ke-500

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 15:32:31 WIB
1.200 Pelajar SMP di Banjarmasin Ikut Lomba Bapandung, Disdik Targetkan Rekor MURI untuk Harjad ke-500
Ribuan pelajar SMP se-Kota Banjarmasin mengikuti lomba seni Bapandung di Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh, Sabtu (29/8/2026).

BANJARMASIN — Ribuan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Banjarmasin unjuk kebolehan dalam lomba seni Bapandung, teater tutur tradisional khas suku Banjar. Lomba yang digelar di Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh pada Sabtu (29/8/2026) ini menjadi ajang pencatatan rekor MURI untuk kategori peserta terbanyak.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengungkapkan antusiasme pelajar terhadap seni bertutur ini melampaui target awal. Awalnya, pihaknya hanya menargetkan 1.000 peserta, tetapi jumlah pendaftar yang masuk hingga tahap penyisihan gugus sekolah mencapai sekitar 1.200 orang.

Mengapa Seni Bapandung Kurang Populer Dibanding Madihin?

Ryan mengakui seni Bapandung masih kalah dikenal dibandingkan kesenian Banjar lain seperti Madihin atau Musik Panting. Padahal, Bapandung merupakan seni bertutur teater yang kaya akan nilai budaya dan menggunakan bahasa Banjar sebagai pengantarnya.

"Mungkin banyak yang tidak tahu tentang Bapandung. Lebih tahunya Madihin atau Musik Panting, padahal kita punya Bapandung yakni seni bertutur teater," jelasnya di sela-sela lomba.

Keraguan akan regenerasi seniman Bapandung sempat menghantui pihaknya. Namun, tingginya partisipasi pelajar di setiap gugus sekolah membuktikan bahwa minat terhadap budaya lokal masih besar.

"Saya pantau pesertanya di tiap gugus sekolah, bagus-bagus semua. Mudah-mudahan sampai final semuanya berjalan lancar," ujarnya.

Melestarikan Budaya Lewat Program Revitalisasi Bahasa Daerah

Kegiatan ini tidak sekadar mengejar pengakuan rekor. Lebih dari itu, lomba ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pengetahuan bagi pelajar agar budaya Banjar tidak punah tergerus zaman. Upaya ini sejalan dengan program revitalisasi bahasa daerah yang digalakkan pemerintah.

"Kita ada program revitalisasi bahasa daerah salah satunya revitalisasi kebudayaan Banjar seperti Bapandung seni bertutur teater dengan bahasa Banjar," kata Ryan.

Ia berharap seluruh rangkaian lomba hingga tahap final dan verifikasi rekor dapat berjalan lancar. Pencatatan rekor ini pun diharapkan menjadi kado spesial dari Disdik bagi perayaan 5 abad Kota Banjarmasin.

Jihan Qonita Fanya: Dari Menggambar ke Seni Bercerita

Di tengah riuhnya lomba, Jihan Qonita Fanya, siswi SMPN 30 Banjarmasin, tampak percaya diri menunggu giliran tampil. Baginya, lomba Bapandung ini adalah pengalaman pertama yang menarik setelah sebelumnya lebih sering mengikuti lomba mendongeng dan story telling.

"Kalau menggambar itu saya duduk berjam-jam, jadi saya ubah suasana ke bidang sastra bercerita ini. Ternyata seru setelah diajak teman," ungkapnya.

Untuk tampil maksimal, Jihan mengaku berlatih dua kali sehari selama 14 hari. Tantangan terbesar baginya adalah menghafal cerita yang akan dibawakan.

"Untuk bidang ini tantangannya ke daya ingat sih, tapi kalau sudah sering ikut lomba Insya Allah bisa," tutupnya.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalimantanpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks