Pencarian

Kebakaran High Fens Hanguskan 2.700 Hektare, 600 Warga Belgia Mengungsi dan Asap Capai Jerman

Senin, 17 Agustus 2026 • 02:01:31 WIB
Kebakaran High Fens Hanguskan 2.700 Hektare, 600 Warga Belgia Mengungsi dan Asap Capai Jerman
Lebih dari 250 personel darurat dari Belgia dan Jerman dikerahkan untuk menjinakkan api di kawasan High Fens, Belgia.

KALIMANTAN SELATAN — Gubernur Provinsi Liège, Hervé Jamar, mengerahkan lebih dari 250 personel darurat yang terdiri atas pemadam kebakaran Belgia dan Jerman, polisi, personel militer, serta petugas perlindungan sipil untuk menjinakkan api di kawasan yang terdiri atas padang semak dan lahan gambut tersebut. Dua helikopter pemadam dari Belanda dan satu dari Republik Ceko telah dikerahkan, sementara Swedia mengirimkan dua pesawat yang mampu menjatuhkan air dalam jumlah besar.

Perintah evakuasi diterbitkan setelah arah angin berubah dan asap tebal menyelimuti permukiman di Waimes dan Bütgenbach pada Sabtu sore. Sebuah gedung olahraga di dekat lokasi kebakaran disiapkan sebagai tempat penampungan warga, sementara wisatawan diminta meninggalkan kawasan tersebut. Hingga Minggu (16/8) pagi, belum ada rumah yang dilaporkan terbakar, tetapi api masih berada dekat dengan area permukiman.

Luas Kebakaran Lampaui Rekor 2011 dan Mengancam Wilayah Jerman

Skala bencana tahun ini telah melampaui kebakaran besar sebelumnya di kawasan yang sama pada 2011, yang menghanguskan hampir 14 kilometer persegi lahan. Menurut Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa, peristiwa 2011 itu sebelumnya tercatat sebagai kebakaran hutan terbesar yang pernah melanda Belgia.

Dampak lintas batas mulai terasa di Jerman. Pemerintah Kota Monschau mengeluarkan peringatan karena lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari perbatasan. Petugas pemadam kebakaran Jerman disiagakan, dan warga di tiga distrik dekat perbatasan diminta mengungsi sementara waktu akibat risiko kesehatan dari paparan asap.

Gelombang Panas Ekstrem Memperparah Kondisi Lahan Gambut

Kebakaran ini terjadi setelah Belgia dilanda cuaca panas dan kering selama beberapa pekan terakhir. Suhu di sejumlah wilayah Belgia mencapai sekitar 37 derajat Celsius pada Jumat (14/8/2026). Kondisi lahan gambut yang kering membuat upaya pemadaman semakin sulit karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah.

Komisaris Uni Eropa untuk Manajemen Krisis, Hadja Lahbib, menegaskan komitmen blok tersebut dalam membantu penanganan bencana. "High Fens terbakar. Tapi Belgia tidak akan menghadapinya sendirian," tulisnya melalui akun media sosial X.

Kebakaran Serentak Melanda Prancis Barat Daya

Dalam waktu yang bersamaan, kebakaran hutan besar juga terjadi di wilayah Landes, Prancis barat daya. Sekitar 650 warga telah dievakuasi dari rumah mereka, dan 17 kilometer persegi lahan hutan pinus telah terbakar. Prefek Landes, Gilles Clavreul, menyatakan situasi kebakaran berkembang cukup baik setelah petugas berhasil mencegah munculnya kobaran besar baru sepanjang malam.

Peristiwa di Landes menjadi kebakaran hutan besar ketiga yang melanda kawasan hutan pinus di Prancis barat daya sepanjang musim panas ini. Sebelumnya, kebakaran besar di departemen Gironde menghanguskan sekitar 420 kilometer persegi lahan dan memaksa sekitar 220.000 orang mengungsi ketika api bergerak menuju pesisir Atlantik dan kawasan Bordeaux.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kompas.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks