KALIMANTAN SELATAN — Chandika Kumari Shrestha ditemukan tim penyelamat pada Sabtu, 5 September 2026, dari ruang sempit yang masih menyisakan kantong udara di antara puing-puing bangunan. Perempuan yang berusia sekitar 70-an tahun itu selamat meski rumahnya yang berlantai empat tersapu arus banjir dan tertimbun material lumpur tebal.
Awal Mula Penemuan: Suara dari Tumpukan Puing
Petugas kepolisian Mahendra Darnal mengaku timnya tengah memeriksa kawasan terdampak ketika mendengar suara samar dari balik reruntuhan. "Selamatkan saya," kata suara yang didengar tim penyelamat dari tengah puing-puing bangunan.
Suara itu langsung memicu proses evakuasi yang berlangsung sekitar 45 menit. Shrestha kemudian ditemukan dalam kondisi selamat di sebuah ruang sempit yang masih memiliki ruang udara untuk bernapas.
Setelah berhasil dikeluarkan, Shrestha segera dilarikan ke rumah sakit militer untuk menjalani perawatan intensif.
Keluarga Sudah Mulai Prosesi Berkabung
Darnal mengatakan dirinya terus berkomunikasi dengan keluarga Shrestha selama proses pencarian berlangsung. Saat itu, sanak saudara korban telah menganggap perempuan tersebut mustahil selamat dan sudah memulai masa berkabung selama 11 hari.
Penemuan ini menjadi kejutan besar bagi keluarga yang telah kehilangan harapan. Shrestha merupakan satu dari ratusan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Betrawati, kawasan yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir besar di Nepal.
Desa Betrawati: Titik Terparah Bencana Banjir Nepal
Betrawati tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kerusakan terparah akibat bencana banjir yang melanda Nepal. Ratusan warga dilaporkan hilang sejak banjir menerjang kawasan tersebut, dan operasi pencarian terus dilakukan meski harapan menemukan korban selamat semakin menipis.
Tim penyelamat yang dikerahkan ke lokasi bekerja dengan peralatan terbatas di tengah tumpukan lumpur dan material bangunan yang sangat tebal. Proses evakuasi korban selamat seperti Shrestha menjadi secercah harapan di tengah duka yang melanda wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian korban hilang di Betrawati dan wilayah terdampak lainnya masih terus berlanjut.