Pencarian

Pemkot Banjarmasin Temui PLN Pusat, Sampaikan Dampak Pemadaman Listrik Mulai dari UMKM hingga ASI Rusak

Rabu, 29 Juli 2026 • 18:28:31 WIB
Pemkot Banjarmasin Temui PLN Pusat, Sampaikan Dampak Pemadaman Listrik Mulai dari UMKM hingga ASI Rusak
Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menyampaikan dampak pemadaman listrik kepada Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN Saleh Siswanto di Kantor Pusat PLN, Jakarta.

BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin tidak hanya menyuarakan gangguan penerangan saat bertemu petinggi PLN di Jakarta. Rombongan yang dipimpin Wakil Wali Kota Ananda membawa catatan kerugian yang merambah ke sektor paling sensitif: air susu ibu (ASI) yang membeku di lemari pendingin terpaksa dibuang karena listrik padam terlalu lama.

Dampak Nyata ke Warga: UMKM, Ternak, hingga ASI

Dalam pertemuan dengan Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN, Saleh Siswanto, Pemkot Banjarmasin membeberkan rentetan dampak yang dialami masyarakat. Mulai dari kerugian pelaku UMKM, kerusakan peralatan elektronik, hingga matinya ribuan ternak.

“Ada juga ASI yang disimpan di lemari pendingin sehingga tidak lagi layak konsumsi. Ini bukan sekadar listrik padam, tapi menyangkut gizi bayi,” ujar Ananda.

Ia menambahkan, pemadaman listrik juga memutus jaringan telekomunikasi. Banyak Base Transceiver Station (BTS) ikut mati karena kehilangan sumber daya. “Dulu saat listrik padam, sinyal masih bisa. Sekarang listrik padam, sinyal ikut hilang. Aktivitas komunikasi dan pelayanan publik makin terganggu,” katanya.

PLN Janji Kurangi Durasi Pemadaman Mulai 29 Juli

PLN memaparkan kondisi sistem kelistrikan melalui pusat pengendalian operasional. Gangguan pasokan dipicu kerusakan pada tiga PLTU: Asam-Asam, Stagen, dan Tabalong. Akibatnya, sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami defisit sekitar 250 MW.

Manajemen PLN menyampaikan sejumlah langkah penanganan. Mulai 29 Juli 2026, durasi pemadaman bergilir akan dikurangi menjadi sekitar tiga jam. Perbaikan di ketiga PLTU ditargetkan rampung pada 3 Agustus 2026, sehingga pasokan listrik diharapkan kembali normal tanpa pemadaman bergilir mulai 4 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, kami memperoleh kepastian bahwa durasi pemadaman mulai dikurangi sejak hari ini. Insyaallah, pada 4 Agustus kondisi kelistrikan akan kembali normal,” tegas Ananda.

Rombongan Pemkot Banjarmasin didampingi General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono saat menemui Saleh Siswanto di Kantor Pusat PLN.

Pemkot Akan Awali Komitmen PLN hingga Pulih Total

Ananda menegaskan, kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah mengawal aspirasi masyarakat yang terdampak. Ia memastikan Pemkot Banjarmasin tidak akan berhenti setelah pertemuan ini.

“Seluruh aspirasi telah kami sampaikan langsung ke PLN Pusat. Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus mengawal penyelesaian persoalan ini hingga masyarakat kembali mendapatkan layanan kelistrikan yang normal dan andal,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: retorikabanua.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks