BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menegaskan posisinya sebagai Kota Layak Anak melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang digelar di Aula Bina Satria, Rabu (29/7). Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, yang mewakili Wali Kota Banjarbaru.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Sirajoni menyampaikan bahwa momentum HAN harus dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen dalam melindungi anak-anak. Ia menekankan bahwa tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak pemerintah, melainkan juga keluarga, sekolah, dunia usaha, media massa, dan masyarakat luas.
Komitmen Tanpa Diskriminasi untuk Generasi Berkualitas
“Mari kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap anak. Pemerintah, orang tua, keluarga, sekolah, dunia usaha, media massa, hingga masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan perlindungan dan memastikan terpenuhinya hak-hak anak, khususnya di Kota Banjarbaru,” ujar Sirajoni.
Ia menambahkan, tema HAN tahun 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, serta kesempatan yang sama untuk belajar dan mengembangkan potensi tanpa diskriminasi. Menurutnya, menghormati dan memenuhi hak-hak anak adalah langkah fundamental dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di Banjarbaru.
Penghargaan untuk Kreativitas Anak Banjarbaru
Puncak peringatan HAN ke-42 ditutup dengan penyerahan piala dan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar sebelumnya. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, dan prestasi anak-anak Kota Banjarbaru.
Pemerintah Kota Banjarbaru berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak terus termotivasi untuk berkembang menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Komitmen terhadap program Kota Layak Anak akan terus dipertahankan melalui kebijakan dan kegiatan kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan, sebagaimana ditegaskan Sirajoni dalam pidatonya.